Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perebutan Juara Dunia Formula 1 Ditenukan GP Abu Dhabi: Setelah McLaren Lakukan Blunder pada GP Qatar

Savina Ayu Wardani • Rabu, 3 Desember 2025 | 05:59 WIB

Perebutan gelar Juara dunia Formula 1 2025 dipastikan berlangsung hingga seri terakhir di Abu Dhabi akhir pekan ini.
Perebutan gelar Juara dunia Formula 1 2025 dipastikan berlangsung hingga seri terakhir di Abu Dhabi akhir pekan ini.

RADAR TULUNGAGUNG - Perebutan gelar Juara dunia Formula 1 2025 dipastikan berlangsung hingga seri terakhir di Abu Dhabi akhir pekan ini.

Kepastian itu terjadi setelah pembalap McLaren, Lando Norris, hanya finis keempat pada Grand Prix Qatar kemarin (1/12) dini hari WIB.

Norris menyelesaikan lomba di belakang dua pesaing utamanya: Max Verstappen (Red Bull) yang tampil sebagai pemenang, serta rekan setimnya, Oscar Piastri, di posisi kedua.

Meski peluang Norris dan Piastri masih terbuka, keduanya kompak menyebut hasil di Lusail, Qatar sangat mengecewakan.

Baca Juga: Lando Norris Hanya Perlu Unggul Dua Poin di Qatar: Untuk Segel Juara Dunia F1

McLaren sejatinya berada dalam posisi ideal untuk memenangkan balapan, terutama melalui Piastri yang tampil dominan sejak kualifikasi, sprint, hingga memimpin jalannya race.

Namun keputusan tidak melakukan pit stop ketika safety car muncul di awal balapan justru jadi titik balik. Keputusan itu membuat Verstappen mengambil alih posisi terdepan hingga finis.

"Jelas, kami tidak melakukan dengan benar hari ini. Sangat disayangkan karena seluruh akhir pekan berjalan sangat baik," ujar Piastri dalam konferensi pers seperti dikutip laman resmi F1.

"Di Las Vegas saya kehilangan P4, tapi menurut saya pribadi, ini mungkin lebih menyakitkan," keluhnya.

CEO McLaren, Zak Brown, tidak menampik kesalahan besar timnya "Kami jelas membuat kesalahan besar," kata Brown kepada Sky Germany.

"Tidak ada yang bisa kami lakukan selain belajar. Kami harus kembali di Abu Dhabi dan berjuang keras."

Baca Juga: Christian Horner Menjadi Kandidat CEO Aston Martin, Bakal Bersaing dengan Sejumlah Nama Beken di Dunia F1

Red Bull Kecam Antonelli

Norris bahkan hampir saja finis kelima. Beruntung, dua lap jelang finis, pembalap Mercedes Kimi Antonelli kehilangan kendali dan melebar.

Norris dengan mudah menyalip rookie 19 tahun itu dan mengamankan P4. Tambahan dua poin sangat berarti mengingat Norris kini hanya unggul 12 poin dari Verstappen dan 16 poin dari Piastri.

Insiden tersebut memancing kemarahan penasihat Red Bull, Helmut Marko. Dia menuduh Antonelli sengaja memberi jalan untuk Norris.

"Dua kali dia melambaikan tangan ke Lando. Itu sangat jelas," ucap Marko kepada Motorsport. "Antonelli sekarang membantu pesaing utama kami. Di Austria dia juga menabrak (Verstappen) dari belakang."

Komentar itu langsung ditanggapi keras oleh bos Mercedes, Toto Wolff. "Semoga Tuhan memberkatinya, Helmut. Itu benar-benar omong kosong yang bahkan membuat saya heran hanya mendenganya," ujar Wolff

"Kami sedang berjuang merebut posisi kedua konstruktor. Seberapa kurang akal sehatnya seseorang untuk mengatakan hal seperti itu?" sambungnya.

Baca Juga: Lando Norris Menang di Formula 1 GP Hungaria, McLaren Ukir Sejarah di F1

Verstappen tanpa Beban

Sementara itu, kemenangan di Qatar memangkas jarak Verstappen dari Norris dari 24 menjadi 12 poin, Juara dunia empat kali tersebut merasa antusias menatap seri pamungkas di Abu Dhabi,

"Saya bisa datang ke sana untuk mencoba menang Tapi seperti yang saya katakan sebelumnya, kami juga harus realistis ujar Verstappen. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#mclaren #Blunder #abu dhabi