RADAR TULUNGAGUNG - Man City meraih kemenangan dramatis 5-4 atas Fulham di Craven Cottage, dalam laga penuh intensitas dan ketegangan.
Man City sempat nyaman dengan keunggulan besar, tapi Fulham tak menyerah hasil akhir jadi suguhan sembilan gol yang bikin detak jantung penonton ikut naik.
Awal laga berjalan mulus untuk Man City. Menit ke-17, Erling Haaland membuka pesta gol sekaligus mencetak gol ke-100 di kariernya di liga utama Inggris, sebuah milestone luar biasa.
Man City terus mengamuk: gol dari Tijjani Reijnders, lalu dua gol dari Phil Foden, dan sebuah gol bunuh diri lawan membuat skor melejit jadi 5-1 sebelum babak pertama usai. Rasanya kemenangan sudah di depan mata.
Tapi Fulham menolak menyerah. Di penghujung babak pertama mereka sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol dari Emile Smith Rowe.
Di babak kedua ketegangan meningkat: Alex Iwobi dan dua gol dari Samuel Chukwueze membuat skor menjadi 5-4 dan laga mendekati klimaks.
Tekanan Fulham kian besar, bahkan sempat nyaris menyamakan skor di menit akhir. Beruntung, penyelamatan di garis gawang membuat Man City selamat.
Kemenangan ini angkat Man City kembali ke papan atas klasemen.
Namun, kebobolan empat gol tetap jadi peringatan keras: menunjukkan kelemahan di lini belakang yang bisa berbahaya di laga-laga penting ke depan.
Haaland (dengan gol ke-100), kontribusi produktif Foden, dan kerja keras tim itu poin positif. Tapi rapor negatif tentu jelas di sektor pertahanan.
Man City dapat tiga poin penuh, dan malam itu jadi momen sejarah bagi Haaland.
Namun performa defensif yang rapuh memberikan pelajaran bagi tim: dominasi menyerang saja tak cukup, stabilitas bertahan tetap krusial.
Bagi Fulham meski kalah, mereka menunjukan karakter dan semangat juang tinggi.
Bagi penggemar sepak bola, laga ini jadi contoh betapa tak terduganya dinamika sebuah pertandingan dari unggul jauh, nyaris kalah drama sempurna.***
Editor : Vidya Sajar Fitri