RADAR TULUNGAGUNG – Status juara bertahan sekaligus tuan rumah jadi motivasi bagi Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Tulungagung.
Dalam gelaran Piala Gubernur Jawa Timur (Jatim) III 2025 yang digelar mulai 19-26 Desember lalu, tim panahan Kota Marmer tampil all-out.
Hal ini demi menjaga tradisi juara umum yang sudah diraih Tulungagung dua kali berturut-turut.
Humas Perpani Tulungagung, Najib Burijal menjelaskan, penunjukan Tulungagung sebagai lokasi kejuaraan dua tahunan ini merupakan mandat langsung dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Perpani Jatim.
Hal itu merujuk pada dominasi atlet Tulungagung yang tak terbendung pada edisi-edisi sebelumnya.
"Itu kan Piala Gubernur bergilir yang ketiga kalinya. Selama ini kan Tulungagung mendapat juara umum terus Piala Gubernur, kesatu, kedua. Terus ini ketiga," katanya.
Hal ini menjadi pertimbangan utama mengapa kendali operasional tuan rumah diserahkan kepada pengurus di daerah.
Menurut Najib, prestasi mentereng yang diukir para atlet di lapangan secara otomatis membuat Tulungagung dianggap paling siap menyelenggarakan event ini.
"Dari Pengprov diminta ditunjuk sebagai tuan rumah karena sudah dua kali juara Piala Gubernur," sambungnya menekankan alasan pemilihan lokasi.
Animo peserta dalam ajang ini tergolong tinggi. Sekitar 712 atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur saling beradu di Tulungagung.
Bahkan, peta persaingan kian melebar lantaran kejuaraan ini mulai dilirik atlet dari luar provinsi. Adapun jumlah atlet yang berasal dari Tulungagung mencapai sekitar 130 orang.
"Kalau dari Tulungagung sendiri sekitar 130-an yang daftar. Tapi dari total atlet semua sekitar 712 se-Jawa Timur. Kemarin ada juga yang dari Jakarta yang ikut," sebutnya.
Tampil di hadapan publik sendiri, Perpani Tulungagung enggan memasang target yang muluk namun realistis.
Fokus utama tim adalah memastikan piala bergilir tidak direbut kota lain. Mempertahankan gelar juara umum jadi target utama.
"Harus mempertahankan (juara umum). Apalagi kita menjadi tuan rumah," tegas Najib.
Kejuaraan ini juga menjadi ajang pemanasan vital bagi para atlet muda.
Pasalnya, setelah Piala Gubernur ini berakhir, mereka sudah dinanti oleh ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).
"Untuk ke depannya untuk Perpani Tulungagung itu lebih jaya lagi dan lebih mendapatkan medali-medali, apalagi ini sebentar lagi kan ada Popda," terangnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana