JAKARTA - Legenda Indonesia ikut terlibat langsung dalam pembangunan Museum Bulu Tangkis Dunia yang digagas Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) di Qingdao, China, sebuah langkah besar untuk mengabadikan sejarah olahraga tepok bulu yang membanggakan Tanah Air.
Museum ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak tetapi juga simbol pengakuan global terhadap kontribusi Indonesia dalam sejarah bulu tangkis internasional, terutama berkat sekumpulan juara dan legenda yang namanya akan dipajang secara permanen di gedung berukuran besar tersebut.
Para legenda yang ikut serta memiliki peran simbolis penting dalam upaya melestarikan warisan bulu tangkis dunia — mulai dari masa klasik hingga era modern. Mereka membubuhkan tanda tangan pada foto-foto bersejarah dan memberikan cetakan tangan atau handprint yang nantinya akan menjadi koleksi utama museum.
Menurut rilis resmi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), kontribusi langsung legenda Indonesia menjadi bagian tak terpisahkan dari visi BWF untuk menjadikan museum sebagai pusat edukasi dan pertukaran budaya olahraga ini.
Legenda Indonesia Dihormati di Museum Bulu Tangkis Dunia
Museum Bulu Tangkis Dunia ini diproyeksikan berada di kawasan BWF Qingdao International Exchange Center dengan luas mencapai sekitar 4.200 meter persegi dan terdiri dari empat lantai, menampilkan perjalanan bulu tangkis dari masa ke masa serta prestasi turnamen bergengsi seperti Thomas Cup, Uber Cup, dan Sudirman Cup.
Dalam proyek prestisius ini, sejumlah legenda Indonesia turut berkontribusi secara langsung. Nama-nama besar tersebut mencerminkan dominasi Tanah Air dalam olahraga bulu tangkis dunia, termasuk:
- Rudy Hartono – Maestro legendaris yang namanya selalu dikaitkan dengan kejayaan bulu tangkis Indonesia.
- Susy Susanti dan Alan Budikusuma – Juara Olimpiade yang mengharumkan nama Indonesia di arena global.
- Icuk Sugiarto dan Hariyanto Arbi – Juara dunia yang menjadi ikon generasi bulu tangkis emas.
- Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, dan Tontowi Ahmad – Legenda era modern yang masih fresh di benak penggemar olahraga ini.
Nama lainnya seperti Imelda Wiguna, Ricky Soebagdja, Sigit Budiarto, dan Hendrawan juga turut serta.
Handprint dan tanda tangan mereka akan dipajang di area khusus yang menampilkan para juara dunia dan peraih medali emas Olimpiade, sebuah penghormatan tertinggi bagi atlet bulu tangkis yang telah menorehkan prestasi luar biasa di berbagai kompetisi internasional.
Museum Sebagai Pusat Edukasi dan Warisan Budaya
Project Director BWF, Stuart Borrie, mengatakan museum ini dirancang untuk menjadi tempat di mana wisatawan dan penggemar bulu tangkis bisa mempelajari sejarah olahraga ini secara mendalam.
“Kami ingin museum ini menjadi tempat di mana orang dapat belajar tentang sejarah bulutangkis dan mengenal para tokoh yang membentuk olahraga ini,” ujar Borrie melalui keterangan resmi.
Museum ini tidak hanya menyimpan koleksi prestasi para legenda, tetapi juga sarana edukasi yang menjelaskan bagaimana olahraga bulu tangkis berkembang sejak awal sampai sekarang.
Pengunjung bisa melihat artefak bersejarah, foto-foto turnamen besar, dan cerita para juara yang menginspirasi generasi muda.
Pusat ini juga direncanakan memiliki area luas bagi pengunjung untuk berinteraksi dan belajar langsung tentang budaya olahraga tepok bulu, sehingga menjadikannya lebih dari sekadar museum.
BWF berharap tempat ini bisa menggabungkan fungsi edukasi dengan pengalaman budaya olahraga.
Peran Indonesia dalam Sejarah Bulu Tangkis Global
Keterlibatan para legenda Indonesia dalam museum menjadi bukti nyata bagaimana kontribusi Tanah Air membentuk jalannya olahraga bulu tangkis dunia. Nama-nama yang dipilih tidak hanya terkenal di ranah nasional, tetapi juga memiliki rekam jejak prestasi di panggung internasional.
Misalnya nama Rudy Hartono yang dikenal sebagai salah satu pebulutangkis paling dominan di era klasik.
Begitu pula Susy Susanti dan Alan Budikusuma yang mencetak sejarah emas Olimpiade untuk Indonesia. Di era modern, Hendra Setiawan, Ahsan, dan Tontowi Ahmad masih diperhitungkan kehebatannya dalam kategori ganda internasional.
Kutipan tanda tangan dan handprint mereka akan menjadi jejak abadi sejarah bulu tangkis yang tidak hanya menginspirasi pebulutangkis masa kini, tetapi juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk belajar dari perjalanan panjang olahraga ini.
Harapan Dunia dan Indonesia
Museum Bulu Tangkis Dunia diharapkan menjadi destinasi bagi pecinta olahraga dari seluruh penjuru, tidak hanya untuk melihat prestasi masa lalu, tetapi juga untuk memahami budaya olahraga yang telah menyatukan banyak negara.
Dengan keterlibatan legenda Indonesia, museum ini sekaligus menjadi pengakuan global atas peran penting Indonesia dalam sejarah bulu tangkis.
Para legenda diharapkan bisa terus memberi inspirasi bukan hanya lewat prestasi, tetapi juga melalui cerita perjuangan dan dedikasi mereka kepada olahraga ini. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.