TULUNGAGUNG - Atmosfer panas menyelimuti laga Ratchaburi FC vs Persib Bandung pada babak 16 besar ACL 2. Stadion Dragon Solar Park, Thailand, dipadati ribuan Bobotoh yang memberi dukungan langsung kepada Maung Bandung jelang duel krusial leg pertama.
Sorotan utama tertuju pada duel Ratchaburi FC vs Persib Bandung yang dinilai bakal berjalan ketat. Persib Bandung datang dengan misi mencuri poin di kandang lawan sebelum gantian menjamu di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Pertandingan Ratchaburi FC vs Persib Bandung di ACL 2 ini menjadi momentum penting bagi skuad asuhan Bojan Hodak. Meski tanpa beberapa pemain inti, pelatih asal Kroasia itu menjanjikan pendekatan taktik berbeda demi meredam kekuatan wakil Thailand tersebut.
Stadion Dipenuhi Bobotoh, Lawan Takjub
Pelatih Ratchaburi FC, Warawood Sri Maka, mengaku takjub melihat antusiasme suporter Persib. Ribuan Bobotoh hadir langsung di stadion, menciptakan atmosfer yang tidak biasa untuk laga tandang.
Dukungan itu menjadi energi tambahan bagi Maung Bandung. Bojan Hodak pun berharap para suporter tetap menjaga sikap dan mendukung tim secara positif.
“Basis suporter kami sangat besar. Saya harap mereka memberi dukungan terbaik tanpa membuat masalah,” ujar Hodak.
Atmosfer tersebut diyakini bisa meningkatkan mental bertanding para pemain Persib Bandung, terlebih laga ini menjadi bagian penting dari perjalanan klub di kompetisi Asia musim 2025-2026.
Bojan Hodak Siapkan Taktik Berbeda
Menghadapi Ratchaburi FC yang kini berada di peringkat dua Thai League One, Persib Bandung tidak tampil dengan kekuatan penuh. Tiga pilar utama, yakni Marc Klok, Julio Cesar, dan Beckham Putra Nugraha, dipastikan absen karena cedera.
Meski demikian, Hodak tidak panik. Kedalaman skuad dinilai cukup untuk menutup lubang yang ditinggalkan para pemain inti. Adam Alis, Lucho, hingga Tom Haye disiapkan mengisi sektor gelandang.
Di lini belakang, Federico Barba dan Patricio Matricardi berpotensi menjadi duet utama. Sementara posisi fullback bisa diisi Eliano Reijnders dan Fran Putros yang aktif membantu serangan.
Hodak diprediksi tetap mengandalkan formasi 4-3-3. Andrew Jung menjadi tumpuan di lini depan, ditopang dua winger Brasil, Berguinho dan William Barros. Kecepatan serta kreativitas keduanya diharapkan mampu membongkar pertahanan Ratchaburi FC.
Adam Alis Tegaskan Siap Tempur
Gelandang Persib Bandung, Adam Alis, menegaskan tim dalam kondisi siap tempur. Ia menyebut fase gugur ACL 2 memiliki tingkat tekanan berbeda dibanding fase grup.
“Ini bukan fase grup lagi. Kita harus maksimal sejak menit pertama,” ujar Adam.
Adam juga mengingatkan bahwa Ratchaburi FC mengalami perkembangan signifikan dengan sejumlah pemain baru. Namun ia menegaskan fokus utama tetap pada permainan Persib sendiri.
Modal positif datang dari performa Adam di fase grup sebelumnya, saat ia mencetak dua gol melawan Selangor. Meski demikian, ia menegaskan target utama adalah kemenangan tim, bukan catatan pribadi.
Atep: Kesempatan Emas Ukir Sejarah
Legenda Persib, Atep, menilai peluang Maung Bandung untuk melangkah ke perempat final terbuka lebar. Menurutnya, Ratchaburi FC adalah lawan sepadan dan bukan unggulan berat seperti Pohang Steelers.
Atep menyebut keberhasilan Persib melangkah jauh di ACL 2 akan berdampak besar bagi ranking kompetisi Indonesia di Asia. Tambahan poin koefisien bisa membuka peluang lebih banyak slot klub Indonesia di pentas Asia musim mendatang.
“GBLA akan jadi penentu. Jika tampil solid, Persib bisa mencatat sejarah,” ujarnya.
Target Curi Poin di Thailand
Persib Bandung menargetkan hasil positif di leg pertama sebelum bertarung habis-habisan di Bandung. Dengan pengalaman lebih matang dibanding musim lalu, Hodak optimistis anak asuhnya mampu tampil disiplin.
Meski Ratchaburi FC sedang dalam tren positif di liga domestik, Persib Bandung diyakini memiliki kualitas seimbang. Kedisiplinan lini pertahanan dan efektivitas lini depan akan menjadi kunci.
Duel Ratchaburi FC vs Persib Bandung di ACL 2 bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah pertarungan harga diri dan peluang menorehkan sejarah baru bagi Maung Bandung di kompetisi Asia.
Editor : Axsha Zazhika