TULUNGAGUNG- Transfer Levin Kurzawa ke Persib Bandung langsung mengguncang jagat sepak bola Indonesia dan Eropa. Bukan sekadar rekrutan biasa, kedatangan mantan bek Paris Saint-Germain itu bahkan membuat media Prancis dan jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano ikut angkat bicara.
Transfer Levin Kurzawa ke Persib Bandung menjadi sorotan karena statusnya yang pernah mencetak hattrick di Liga Champions dan berbagi ruang ganti dengan Kylian Mbappe, Neymar, hingga Zlatan Ibrahimovic. Kini, pemain berusia 33 tahun itu resmi berseragam Maung Bandung dan akan merumput di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Tak heran jika transfer Levin Kurzawa ke Persib Bandung disebut sebagai salah satu perjudian terbesar dalam sejarah Liga 1. Di balik euforia Bobotoh, muncul pula pertanyaan besar: apakah ini langkah jenius atau sekadar eksperimen berisiko?
Harian ternama Prancis, Le Parisien, menyoroti kepindahan Kurzawa dengan nada yang terkesan pedas.
Mereka menyinggung fakta bahwa dalam empat tahun terakhir sang pemain hanya tampil 12 kali di level kompetitif. Kepindahan ke Indonesia disebut sebagai fase baru yang jauh dari panggung elite Eropa.
Narasi tersebut seolah menggambarkan bahwa Asia adalah “pengasingan” bagi pemain yang pernah berjaya. Namun tak semua media bersikap sinis.
RMC Sport justru melihatnya dari sisi kompetitif. Mereka menyoroti bahwa Persib tampil di kompetisi level Asia, sehingga Kurzawa tetap bermain di panggung internasional.
Sementara media Belanda, Football Premiere, menyebut transfer ini sebagai langkah luar biasa dan menarik perhatian publik Eropa.
Sorotan makin meluas setelah Fabrizio Romano memposting kabar resmi kepindahan tersebut. Efeknya instan.
Jutaan pengikutnya di seluruh dunia mulai mencari tahu tentang Persib dan Bandung. Dari sisi branding, ini adalah promosi gratis bernilai miliaran rupiah.
Levin Kurzawa bukan pemain sembarangan. Produk akademi AS Monaco itu pernah menjadi bagian generasi emas sebelum diboyong Paris Saint-Germain pada 2015 dengan nilai transfer 23 juta euro.
Bersama PSG, ia mengoleksi 16 trofi domestik dan mencatatkan sejarah sebagai bek pertama yang mencetak hattrick di era modern Liga Champions. Namun kariernya meredup akibat cedera berkepanjangan.
Editor : Anggi Septiani