TULUNGAGUNG- Perjalanan Timnas Indonesia dalam satu dekade terakhir bak roller coaster. Dari era kegelapan penuh kegagalan hingga secercah harapan menuju Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia terus menjadi sorotan publik. Harapan itu sempat membuncah di bawah asuhan Shin Tae-yong, sebelum akhirnya PSSI membuat keputusan mengejutkan dengan memecat sang pelatih dan menunjuk Patrick Kluivert sebagai pengganti.
Timnas Indonesia pernah terpuruk dalam kualifikasi Piala Dunia 2022. Di era pelatih asal Skotlandia, Simon McMenemy, skuad Garuda kebobolan 27 gol dari delapan laga dan terdampar di peringkat 171 FIFA. Kekalahan memalukan dari Malaysia di Gelora Bung Karno menjadi titik nadir yang sulit dilupakan suporter.
Perubahan besar terjadi saat PSSI menunjuk Shin Tae-yong pada akhir 2019. Pelatih asal Korea Selatan itu datang dengan reputasi pernah membawa negaranya tampil impresif di Piala Dunia. Sejak awal, Shin menitikberatkan pembenahan fisik dan mental pemain. Ia bahkan mendatangkan perangkat sport science dari Korea Selatan demi meningkatkan kualitas latihan.
Era Shin Tae-yong dan Kebangkitan Timnas Indonesia
Di tangan Shin Tae-yong, wajah Timnas Indonesia perlahan berubah. Regenerasi dilakukan besar-besaran. Pemain muda diberi kesempatan, stamina ditingkatkan, dan disiplin menjadi harga mati. Hasilnya mulai terlihat di ajang Piala AFF 2021 ketika Indonesia tampil sebagai runner up.
Naturalisasi pemain keturunan menjadi strategi berikutnya. Nama-nama seperti Elkan Baggott, Sandy Walsh, hingga Jordi Amat memperkuat lini belakang. Gelombang diaspora ini mendongkrak kualitas permainan sekaligus menaikkan ranking FIFA Timnas Indonesia.
Momentum bersejarah terjadi di AFC Asian Cup. Untuk pertama kalinya, Timnas Indonesia lolos ke babak 16 besar. Permainan build up rapi menggantikan gaya long ball yang selama ini identik dengan Garuda. Publik mulai percaya Indonesia bisa bersaing di level Asia.
Tak berhenti di sana, Timnas U-23 mencetak sejarah di AFC U-23 Asian Cup dengan menembus semifinal usai menyingkirkan Korea Selatan lewat drama adu penalti. Euforia melanda Tanah Air. Nobar digelar di berbagai daerah, menjadi bukti bangkitnya gairah sepak bola nasional.
Jalan Terjal di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Masuk ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Indonesia tergabung di grup berat bersama raksasa Asia. Namun kejutan terjadi. Indonesia mampu mencuri poin dari Arab Saudi dan Australia. Ranking FIFA pun terdongkrak.
Kemenangan bersejarah atas Arab Saudi di GBK menjadi momen yang tak terlupakan. Untuk pertama kalinya dalam 41 tahun, Timnas Indonesia menundukkan tim kuat Timur Tengah tersebut. Posisi klasemen sementara pun membuka peluang realistis menuju Piala Dunia 2026.
Namun inkonsistensi kembali menghantui. Kekalahan dari China memicu kritik tajam terhadap strategi Shin Tae-yong. Keputusan line up dinilai kontroversial. Hubungan internal antara pelatih dan sejumlah pemain diaspora disebut-sebut memanas.
STY Dipecat, Patrick Kluivert Masuk
Awal 2026 menjadi babak baru yang mengejutkan. PSSI resmi memecat Shin Tae-yong dengan alasan kendala komunikasi dan konflik internal. Keputusan itu menuai pro dan kontra, mengingat STY sukses membawa Timnas Indonesia ke fase kompetitif yang belum pernah dicapai sebelumnya.
Sebagai pengganti, PSSI menunjuk legenda Belanda, Patrick Kluivert. Langkah ini dinilai berani sekaligus berisiko, mengingat misi menuju Piala Dunia 2026 berada di fase krusial.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyebut keputusan tersebut diambil demi menjaga soliditas tim dan peluang lolos tetap terbuka. Generasi emas yang kini dihuni pemain diaspora dan talenta muda lokal diharapkan mampu menjaga konsistensi di bawah arahan pelatih anyar.
Perjalanan Timnas Indonesia belum usai. Dari era kegelapan, tragedi, naturalisasi, hingga sejarah baru di Asia, Garuda kini berada di persimpangan penting. Mimpi tampil di Piala Dunia 2026 bukan lagi sekadar angan, melainkan target yang diperjuangkan dengan segala risiko.
Kini, dunia menunggu. Apakah era baru bersama Patrick Kluivert akan menjadi bab penentu kebangkitan sejati Timnas Indonesia? Ataukah drama panjang ini masih menyimpan kejutan berikutnya?
Editor : Izahra Nurrafidah