Bromo Tengger Semeru Punya Sisi Lain, Ada Budaya Tengger hingga Danau Ranupani

LUMAJANG - Bromo Tengger Semeru bukan hanya menawarkan pemandangan Gunung Bromo dan matahari terbit. Kawasan ini juga menyimpan kehidupan masyarakat Tengger, rumah adat, pertanian pegunungan, tradisi keagamaan, hingga Danau Ranupani yang menjadi bagian dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Hal tersebut terlihat dalam perjalanan tim Road Trip Pergi Keluar yang mengeksplorasi alam dan budaya di kawasan tersebut.
YouTube +1
Menyatu dengan Kehidupan Warga Ranupani
Perjalanan menuju kawasan Bromo dilakukan dari Yogyakarta melalui jalur darat. Setelah menempuh perjalanan sekitar tujuh jam, rombongan tiba di kawasan Ranupani dan memilih homestay milik warga sebagai tempat menginap.
Menginap di rumah warga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Wisatawan tidak hanya mendapatkan tempat beristirahat, tetapi juga kesempatan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah kebiasaan warga menggunakan sarung untuk menghadapi udara dingin pegunungan.
Pagi harinya, rombongan berkeliling desa dan menemukan rumah adat yang masih menggunakan material kayu. Mereka juga melihat aktivitas pertanian masyarakat, termasuk pembibitan kentang menggunakan teknik stek.
Ranupani memang dikenal sebagai desa yang memiliki potensi pertanian dan wisata alam. Data pemerintah mencatat kentang, bawang daun, dan kubis sebagai sejumlah komoditas pertanian yang dihasilkan masyarakat setempat.
Jadesta
Melihat Pertanian dan Kuliner Khas Tengger
Selain kentang, rombongan melihat berbagai tanaman seperti bawang daun, kubis, cabai Tengger, hingga terong belanda. Cabai Tengger menjadi salah satu tanaman yang menarik perhatian karena bentuknya relatif besar dan memiliki rasa pedas.
Pengalaman di Ranupani juga dilengkapi dengan sarapan masakan rumahan yang disiapkan pemilik homestay. Menu sederhana seperti sayur bening, ayam goreng, telur, sambal, dan kerupuk memberikan pengalaman kuliner yang berbeda.
Rombongan kemudian mengunjungi sejumlah destinasi lain, termasuk kawasan Bromo Hillside dan Danau Ranupani. Danau tersebut berada di Desa Ranupani dan menjadi salah satu daya tarik alam di kawasan tersebut. Desa Ranupani sendiri merupakan salah satu pintu menuju jalur pendakian Gunung Semeru.
Visit Indonesia +1
Menelusuri Jejak Budaya Tengger
Perjalanan tidak berhenti pada keindahan alam. Rombongan juga berbincang dengan tokoh masyarakat untuk mengenal cerita mengenai Roro Anteng dan Joko Seger serta tradisi masyarakat Tengger.
Salah satu tradisi yang diperkenalkan adalah Yadnya Kasada. Ritual tersebut berkaitan dengan persembahan masyarakat Tengger dan dilaksanakan pada hari ke-14 bulan Kasada menurut kalender tradisional. Pura Luhur Poten menjadi salah satu lokasi penting dalam rangkaian tradisi tersebut.
Visit Indonesia +1
Pura Luhur Poten berada di kawasan lautan pasir Gunung Bromo dan memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan spiritual masyarakat Tengger. Kawasan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana alam dan budaya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.
Baca Juga: RSUD dr Iskak Tulungagung Siap Jadi Lokus Uji Coba Transformasi Layanan Kesehatan Nasional
Traveloka
Berburu Sunrise hingga Kawah Bromo
Pada dini hari, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan jip untuk mengejar matahari terbit. Bukit Cinta menjadi salah satu titik yang dikunjungi. Dari kawasan tersebut, wisatawan dapat menyaksikan panorama Gunung Bromo, Gunung Batok, serta Gunung Semeru dari kejauhan.
Setelah menikmati panorama pagi, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan lautan pasir, Pura Luhur Poten, dan kawah Bromo. Hamparan alam vulkanik tersebut menjadi salah satu ciri khas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang memiliki luas lebih dari 50 ribu hektare.
KSDANE kehutanan
Perjalanan kemudian ditutup dengan mengunjungi Coban Pelangi. Air terjun ini menawarkan suasana alami dengan aliran air dan kawasan hijau di sekitarnya.
Rangkaian perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa Bromo Tengger Semeru tidak hanya menawarkan panorama gunung. Kehidupan masyarakat, pertanian, kuliner, tradisi Tengger, dan berbagai destinasi di sekitarnya turut menjadi bagian dari pengalaman wisata yang menarik untuk ditelusuri.
Course: YouTube @pergikeluar



