
GANDUSARI, Radar Trenggalek– Permintaan untuk perbaikan infrastruktur menjadi usulan yang dominan disampaikan warga kepada wakil rakyat saat reses. Salah satunya disampaikan juga kepada Sugianto, anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Trenggalek saat reses di Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, pada Rabu (29/1).
Sugianto menjelaskan, reses pada masa sidang ke-2 itu bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat guna mendukung pembangunan di Kabupaten Trenggalek. Sektor infrastruktur mendominasi aspirasi masyarakat yang hadir. Tak terkecuali potensi peningkatan ekonomi kawasan serta pengentasan kemiskinan.
Baca Juga: Nahdlatul Ulama (NU) Trenggalek Kebut Sertifikasi Wakaf Masjid dan Musala, Ini Penjelasan Ketua PC LTMNU Trenggalek Imam Mujtahid
Wakil rakyat dari dapil 3 meliputi Kecamatan Karangan, Gandusari, dan Suruh ini menginventarisasi setidaknya 70 persen aspirasi warga terkait infrastruktur. Selanjutnya, ada 15 persen menyangkut perekonomian secara umum, dan 15 persen sisanya menuntut perhatian pada sektor UMKM, di samping juga ada terkait permasalahan sosial dan keagamaan.
Aspirasi infrastruktur menjadi topik yang paling menarik, mengingat infrastruktur jalan menjadi hal penting dalam mengungkit perekonomian masyarakat. “Contonya, pembangunan talut penyangga jalan, peningkatan akses jalan penghubung antardesa yang belum terealisasi anggaran desa. Semoga saja bisa terealisasi melalui APBD," tegasnya.
Baca Juga: Pemkab Trenggalek Uji Coba Makan Siang Bergizi di Sekolah Pinggiran, Ternyata Ini Alasannya
Antok, begitu dia aktif disapa, menjelaskan bahwa salah satu dampak dari peningkatan perekonomian kawasan ialah peningkatan penghasilan asli daerah (PAD). Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat untuk memprioritaskan usulan program yang berpotensi meningkatkan perekonomian kawasan dan pengentasan kemiskinan.
Salah satu program prioritas yang dimaksud adalah peningkatan potensi pariwisata yang bisa menarik pengunjung dari luar daerah. Dengan begitu, bisa berdampak menggeliatnya perekonomian masyarakat.
"Tentu saja akan ada pergerakan di beberapa sektor. Sebut saja, UMKM, kuliner, serta penyerapan tenaga kerja lokal," imbuhnya.
Mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK) juga perlu diwaspadai. Antok meminta agar peternak berkoordinasi dengan perangkat desa maupun instansi terkait guna menganggulangi wabah pada sapi untuk segera melapor agar segera tertangani.
Selain itu, lanjutnya, ada usulan tentang bantuan alat UMKM, seperti irat bambu. Hal ini dimaksudkan supaya bisa disinergikan dengan inovasi lokal. "Di Desa Jajar kan ada TTG irat bambu agar ada multiple effect. Sehingga bisa memperkuat industri kecil berbasis lokal," ujarnya.
Antok berkomitmen akan berusaha semaksimal mungkin untuk merealisasi usulan-usulan tersebut. "Sebagai wakil rakyat tentu kita akan berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Saya cukup mengapresiasi usulan-usulan tersebut. Semoga bisa terealisasi," pungkasnyaa.(tin/c1/wen)

