TRENGGALEK - Ratusan peserta jalan sehat memperingati Hari Santri 2023 memadati kawasan Jalan Soekarno-Hatta RT 12 RW 05, Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, tepatnya depan Pondok Pesantren (Ponpes) Ar-Ridwan, Minggu (22/10). Massa terdiri atas santri, kiai, ulama warga nahdliyin dan masyarakat umum itu tumpah ruah mengikuti setiap agenda yang telah dijadwalkan.
Mereka tampak antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut bahkan sejak pukul 06.00 atau sekitar satu jam sebelum jalan sehat dimulai, massa dari berbagai daerah mulai berdatangan. Semakin siang, jumlah mereka terus bertambah.
Sesuai agenda, acara puncak Semarak Hari Santri Nasional Se-Darunnajah di Ponpes Ar-Ridwan tersebut dihadiri sejumlah pejabat, tamu undangan, dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Trenggalek. Pada pelaksanaan tersebut didahului oleh Apel Hari Santri di halaman Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Trenggalek. Saat itu para peserta kidman melaksanakan apel, hingga dengan kompak menyanyikan mars NU dan hari santri.
Acara tersebut semakin meriah, setelah pelaksanaan apel diberikan piala juga hadiah bagi para peserta pemenang lomba yang dilaksanakan sebelumnya. Karena itu antusias peserta semakin tidak terbendung menjelang detik-detik pengibaran bendera start jalan sehat di halaman ITB Trenggalek.
”Sebenarnya perayaan hari santri di sini telah kami mulai sejak Selasa (17/10) dengan berbagai lomba seperti baca kitab, MTQ, lalaran alfiyah, lalaran imriti, nahwu jawan, juga ada lomba olahraga seperti voli dan hadrah,” ungkap pengasuh Ponpes Ar-Ridwan Faiqotul Chasanah SE, MM.
Sedangkan untuk jalan sehat bisa diikuti oleh masyarakat umum. Sebab dalam acara tersebut disediakan sekitar 4.000 kupon dengan 600 doorprize. Doorprize yang diberikan pastinya sangat menarik. Di antaranya, sepeda listrik, sepeda gunung, kulkas, kambing, mesin cuci, dan masih banyak lagi.
Hal tersebut dilakukan tak lain agar seluruh masyarakat khususnya para santri bisa meneladani KH Hasyim Asy'ari, KH. A. Wahab Hasbullah, dan KH Bishri Syansuri dari kalangan santri yang bisa memperjuangkan NKRI. Oleh karena itu santri kini harus bisa memperjuangkan mereka dalam mendirikan NKRI.
“Alhamdulillah seluruh pelaksanaan hari santri disini berjalan dengan sukses, dan semoga bisa membawa berkah khususnya untuk ponpes Ar-Ridwan dan seluruh santri yang ada,” jelas wanita yang juga sebagai Rektor ITB Trenggalek ini.
Hal yang tidak jauh berbeda diungkapkan pembina Apel Hari Santri di Ponpes Ar-Ridwan, Adib Muhammad Syarif. Dia mengatakan,, pada dasarnya hari santri memperingati resolusi jihad. Resolusi jihad itu artinya bahwa semua bersama-sama mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Sehingga jalan santai ini juga merupakan ajakan untuk berjihad menjaga NKRI kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari santri, pesantren, pemerintah hingga masyarakat umum. “Jadi dengan kata lain ini merupakan momen yang spesial bagi para santri,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut pria yang akrab disapa Gus Sakti, dengan perayaan hari santri pada 2023 ini diharapkan santri bisa semakin produktif. Sehingga apa yang dilaksanakan baik itu di dunia bisnis, budaya hingga politik bisa berkembang dengan baik. Sebab seiring perkembangan zaman, apa yang dilaksanakan santri saat ini semakin konkret.
“Saat ini santri punya dasar pendidikan yang bagus, dan semoga saja ke depan bisa sukses dalam segala hal. Selain itu tidak kalah pentingnya dan di tengah masyarakat harus bisa menjadi contoh yang baik,” jelas putra dari KH Abdul Djalil Mustaqim dari Pondok Peta Tulungagung tersebut. (jaz/rka)
Editor : Dharaka R. Perdana