Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Ikan Turun, Dinas Perikanan Trenggalek: Stok Ikan Melimpah, tapi Daya Serap Lemah

Akhmad Nur Khoiri • Rabu, 17 Juli 2024 | 14:00 WIB

 

SANDAR: Sejumlah perahu nelayan berjajar di perairan Prigi.
SANDAR: Sejumlah perahu nelayan berjajar di perairan Prigi.

Trenggalek- Bumi Menak Sopal kaya hasil perikanan. Buktinya, dari data Dinas Perikanan Trenggalek, hingga Mei produksi ikan tangkap mencapai 6.092 ton. Namun itu tak selalu berbuah manis. Stok ikan yang melimpah tak selalu dibarengi daya serap yang baik. Dampaknya, harga ikan terancam terus turun. 

Juri, salah seorang nelayan di Watulimo mengaku harga ikan kini anjlok. Kini ikan rata-rata hanya mampu diharga sekitar Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu per kilogram. "Kalau musim seperti ini banyak (hasil tangkapan, Red). Tapi masalahnya adalah harga. Padahal biasanya dikisaran Rp 10 per kilogram," ungkapnya.

Kepala Dinas Perikanan Trenggalek, Cusi Kurniawati, mengatakan, meski produksi ikan tangkap meningkat, harga ikan 2024 relatif lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini kemungkinan disebabkan daya serap pasar yang lemah. Padahal, stok ikan melimpah.

"Harga ikan yang lebih rendah ini mungkin karena pasar tidak mampu menyerap seluruh hasil tangkapan, sehingga stok ikan melimpah dan harga turun," ujarnya.

Terkait kondisi tersebut, dinas perikanan terus berupaya memberikan dukungan kepada nelayan melalui berbagai program dan bantuan. "Kami selalu berusaha memberikan dukungan dalam bentuk sarana dan prasarana penangkapan ikan, serta pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan nelayan," kata Cusi.

Cusi melanjutkan, faktor cuaca memiliki pengaruh besar terhadap hasil tangkapan ikan. Kini musim kemarau, hasil tangkapan nelayan cenderung meningkat. Sebaliknya, ketika curah hujan tinggi, hasil tangkapan biasanya menurun. Jenis ikan yang paling sering ditangkap oleh nelayan setempat di antaranya, ikan layang, lemuru, dan tongkol.

Selain cuaca, pemanfaatan teknologi juga berperan penting dalam meningkatkan hasil tangkapan nelayan. Penggunaan alat bantu seperti rumpon, fish finder, dan GPS membantu nelayan dalam menentukan lokasi yang tepat untuk menangkap ikan. "Dengan teknologi ini, nelayan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam menangkap ikan," jelas Cusi. (kho/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#trenggalek #ikan #harga