Trenggalek- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek terus meremajakan sejumlah infrastruktur penting di akhir tahun 2024. Fokus utamanya, sektor kesehatan dan olahraga, dengan total anggaran sekitar Rp 4,5 miliar.
Pada sektor kesehatan, peremajaan meliputi pembangunan tahap kedua Kantor Dinas Kesehatan yang menelan biaya sekitar Rp 2 miliar. Ada juga rehabilitasi instalasi farmasi atau gudang obat-obatan di sebelah barat RSUD dr. Soedomo Trenggalek dengan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar.
Sementara itu, sektor olahraga mendapat perhatian melalui penyempurnaan bangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Gajah Putih Trenggalek yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 900 juta.
Dengan besarnya anggaran yang digelontorkan, Pemkab Trenggalek memastikan pengawasan dan monitoring berkala dilakukan agar hasil pekerjaan sesuai dengan standar yang diharapkan. Untuk melakukan pengawasan, pihak Pemkab menerjunkan petugas dari sektor-sektor terkait untuk meninjau langsung di lapangan.
Anggota Tim Monitoring dan Evaluasi Pekerjaan Fisik dan Konstruksi Kabupaten Trenggalek, Danafiyah Hakim menyampaikan bahwa mayoritas proyek telah melampaui target. "Mayoritas pekerjaan gedung sudah melampaui target," ungkapnya.
Meskipun demikian, dirinya juga mengaku masih ada pembangunan yang belum rampung. "Adapun yang belum, kami telah bertemu dengan pelaksananya, dan mereka menyatakan sanggup menyelesaikan sesuai jadwal kontrak," ujarnya.
Di sisi lain, Kabag Administrasi Pembangunan Setda Trenggalek, Arief Setiawan menegaskan pentingnya evaluasi lapangan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana. "Semoga semua pembangunan infrastruktur rampung sesuai jadwal. Baik sektor kesehatan maupun olahraga merupakan sarana penting untuk pelayanan masyarakat Trenggalek," jelasnya.
Pemkab berharap peremajaan ini tidak hanya selesai tepat waktu. Akan tetapi, peremajaan itu juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik di Bumi Menak Sopal. (kho/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa