TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek harus lebih intens lagi dalam melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi datangnya bencana seperti tsunami. Pasalnya, seluruh wilayah Kota Keripik Tempe yang berbatasan dengan laut, rawan akan bencana seperti yang terjadi di Selat Sunda akhir tahun kemarin. Seperti diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas, Komunikasi, dan Informatika (Diskominfo) Trenggalek St. Triadi Admono.
Menurut dia, sedikitnya 13 desa yang tersebar mulai dari Kecamatan Watulimo, Munjungan, dan Panggul rawan tergulung ombak tsunami. Yakni Desa dengan pantai rawan tsunami tersebut meliputi Desa Ngulungwetan, Ngulungkulon, Craken, Masaran, Munjungan, Tawing, dan Bendoroto, Kecamatan Munjungan. Sisanya Desa Nglebeng, Wonocoyo, dan Besuki, Kecamatan Panggul; serta Desa Karanggandu, Prigi, dan Tasikmadu, Kecamatan Watulimo.
Editor : Didin Cahya Firmansyah