KOTA, Radar Trenggalek - Peringatan Hari Fisioterapi Dunia yang jatuh pada 8 September kemarin diperingati organisasi fisioterapi dunia World Physiotherapy dengan mengambil tema Rehabilitasi Pasca Covid-19. World Physiotherapy mempromosikan pentingnya aktivitas fisik dan latihan dalam program rehabilitasi pasca Covid 19.
Wakil Ketua Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Cabang Tulungagung Wahyu Kurniawan, Ftr mengatakan, rehabilitasi pasca Covid-19 sama pentingnya dengan aktivitas fisik latihan untuk meningkatkan imunitas, guna mencegah terjangkit Covid-19. “Sebagai ahli di bidang gerak dan latihan, fisioterapis dapat merancang latihan intensitas sedang atau ringan untuk pemulihan pasca Covid-19,” ujar Wahyu Kurniawan.
Wahyu menjelaskan, pelayanan fisioterapi merupakan pelayanan “non emergency” yang “esensial” karena sesungguhnya gerak adalah esensi dari kehidupan. Jika pelayanan emergensi bekerja untuk menyelamatkan jiwa, fisioterapi berupaya membuat hidup manusia menjadi bermakna. Fisioterapis atau fisio, panggilan untuk ahli fisioterapi, berperan penting dalam memelihara, mengembangkan, dan memulihkan gangguan gerak dan fungsi tubuh agar dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari.
Untuk itu, masyarakat yang memiliki gangguan gerak dan aktivitas seperti akibat stroke, sakit pinggang, osteoarthritis, cedera olahraga, dan pascaoperasi, penting untuk mengunjungi fisioterapis meskipun di masa pandemi dengan memperhatikan protokol kesehatan.
Wahyu menyampaikan, agar pasien tetap aman saat menjalani fisioterapi, ada beberapa kiat yang bisa dilakukan. Pertama, pilih fisioterapi terdekat. “Untuk menghindari perjalanan yang berisiko,” jelas Wahyu.
Kedua, telepon sebelum berkunjung untuk mencari tahu apakah klinik tersebut bisa melayani kondisi pasien. Ketiga, pilih jam yang paling sepi. Keempat, jangan lupa pakai masker, gunakan masker yang nyaman karena pada saat latihan fisik akan bernapas lebih cepat untuk mendapatkan oksigen lebih banyak. Kelima, bawa handsanitizer sendiri. “Bagaimanapun, peralatan personal lebih aman daripada fasilitas umum yang digunakan bersama-sama. Dengan membawa handsanitizer sendiri, kita bisa sewaktu-waktu membersihkan tangan sebelum memegang benda-benda atau menyentuh area wajah,” lanjut Wahyu.
Keenam, bawa handuk atau selimut sebagai alas supaya bisa enjoy menjalani sesi fisioterapi saat berada di tempat tidur pasien tanpa merasa khawatir akan kebersihannya. Ketujuh, bawalah catatan untuk mencatat setiap saran dan anjuran fisio. Kedelapan, mandi dan bersihkan badan sesampai di rumah. Tetap lakukan anjuran pemerintah untuk menanggalkan pakaian yang digunakan untuk keluar rumah dan mandi sebelum menyentuh apa pun di rumah. Kesembilan, gunakan alternatif home visit atau kunjungan fisio ke rumah pasien untuk menghindari kerumunan saat antre. Terakhir, bisa menggunakan telefisioterapi atau konsultasi melalui media daring. (*)
Editor : Choirurrozaq