RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Salah satu ketertarikan potensi di Jawa Timur, yakni Candi-candi yang telah menjadi saksi sejarah peradaban. Sama halnya dengan Tulungagung. Tulungagung yang terletak di bagian selatan Jawa Timur ini memiliki wisata bersejarah yang masih pantas untuk dilestarikan.
Wisata bersejarah peninggalan era Majapahit yang masih tersisa hingga kini masih meliput Bangunan arkeologi, yakni seperti Candi Gayatri, Candi Dadi, Candi Sanggrahan, dan Candi Mirigambar.
Bercerita tentang Candi Mirigambar, hingga sekarang masih yang banyak belum tahu tentang fakta sejarahnya. Dengan menilik biografi pada relief candi ini, kamu akan paham bagaimana Candi Mirigambar memiliki relief yang unik dan cerita klasik yang tersembunyi.
1. Candi Mirigambar memiliki struktur bangunan yang unik dan lingkungan asri
Diketahui Candi Mirigambar telah ditemukan sejak 1300 SM yang mana candi ini memuat kisah-kisah klasik hingga sebagai sarana upacar zaman dulu. Terlebih lagi, lingkungan disekitarnya juga mempengaruhi. Sehingga Candi Mirigambar semakin terlihat rapi dan asri.
2. Candi lintas tiga kerajaan
Candi yang berlintaskan Tiga Kerajaan ini merupakan Candi yang telah berdiri sejak transisikejayaan Kerajaan Kediri, Singosari, dan Majapahit. Hal ini karena terdapat relief yang menunjukkan cerita klasik Pangeran Panji dan Dewi Sekartaji.
3. Bangunan yang Pernah Mengalami Pemugaran
Saat awal ditemukan Candi Mirigambar, bangunan dan ornamen terlihat sudah rusak dan hampir menyisakan umpak-umpak saja. Bangunan yang memiliki panjang 7,8 meter lebar 7,5 m dan tinggi 2,5 meter ini berada di Desa Mirigambar , Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung.
Berbagai penemuan-penemuan dari penafsiran relief-relief tersebut menghasilkan banyak struktur baru. Tepat pada tahun 2003 diketahui bahwa terdapat arkeologi baru di bawah tanah pijakan Candi ini.
4. Banyak digunakan sebagai Penulisan penelitian
Candi Mirigambar banyak digunakan sebagai sumber penelitian. Beberapa peneliti seperti Marijke Klokke dan Lydia Kieven pernah membahas tentang relief candi Mirigambar. Marijke Klokke melakukan penelitian pada tahun 1993 dan menghasilkan karya sebuah buku yang berjudul “Tantri Relief on Javanese Temple”. Sedangkan Lydia Kleven melakukan penelitian pada tahun 2014 menghasilkan karya sebuah buku “Menelusuri Figur Bertopi Dalam Relief Candi Zaman Majapahit”
5. Candi Mirigambar Telah Direalisasikan Sebagai Cagar Budaya
Upaya pelestarian Candi ini telah dilakukan. Pada tahun 1981, Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur melakukan penguatan struktur batur Candi. Kemudian terdapat juga kegiatan registrasi dan inventarisasi pada tahun 2012. Sehingga Candi Mirigambar masuk ke dalam Cagar Budaya Tulungagung yang patut dilestarikan.
Editor : Nurul Hidayah