TULUNGAGUNG-Gunung Slamet merupakan salah satu gunung yang berada di provinsi Jawa Tengah. Gunung yang mendapat julukan ‘Atap Jawa Tengah’ ini merupakan gunung api strato yang memiliki ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Gunung Slamet masuk di dalam 5 wilayah kabupaten di Jawa Tengah yakni, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Purbalingga.
Nama ‘Slamet’ pada Gunung Slamet mempunyai makna yang berarti ‘selamat’, menunjukkan bahwa Gunung Slamet dianggap oleh masyarakat sekitar sebagai sumber keamanan dan keselamatan. Selain itu juga Gunung Slamet dianggap tidak akan pernah mengalamai letusan besar.
Pada Maret hingga Agustus 2014 merupakan terakhir kalai Gunung Slamet mengalami peningkatan aktivitas vulkanik, dimana gunung mengeluarkan erupsi yang menghasilkan material abu serta lontaran material pijar.
Belakangan ini viral mengenai video di salah satu akun TikTok yang mengatakan ramalan Gunung Slamet oleh Jayabaya. Simak penjelasannya berikut ini.
Jayabaya sendiri adalah sosok raja yang terenal dan berhasil dalam memimpim Kerajaan Kadiri atau Dhaha. Dengan gelarnya Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttuggadewa.
Sederhananya dikenal dengan Prabu Jayabaya yang selama ini juga banyak dikenal karena ramalan atau prediksinya di masa depan.
Beberapa ramalan dari Prabu Jayabaya yang terbukti terjadi adalah “Tanah Jawa kalungan wesi”, artinya “Pulau Jawa berkalung besi”. Tepat pada 17 Juni 1864 tanah Jawa mulai tertanam besi panjang sejauh puluhan kilometer, yang mana merupakan kereta api pertama di Indonesia.
Sedangkan yang lagi ramai ini merupakan ramalan Jayabaya terhadap Gunung Slamet adalah meletusnya Gunung Slamet yang akan membelah Pulau Jawa menjadi dua.
Pasalnya Gunung Slamet pernah meletus di tahun 1786 yang menyebabkan kerusakan cukup parah.
Baca Juga: Mitos Gunung Budeg sebagai Wisata Alam di Tulungagung
Editor : Didin Cahya Firmansyah