Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ada Dua, Layangan Aduan dan Hias

Dharaka Russiandi Perdana • Minggu, 20 September 2020 | 19:10 WIB
ada-dua-layangan-aduan-dan-hias
ada-dua-layangan-aduan-dan-hias

Layang-layang merupakan salah satu permainan tradisional yang terus eksis hingga saat ini. Bahkan bentuknya kian beragam. Mulai dari karakter tokoh kartun, hingga naga panjang berbentuk 3 dimensi. Salah satu perajin layang-layang asal Desa Rejosari, Kecamatan Gondang, Danang Prasetyo Laksono mengatakan, meskipun memiliki banyak bentuk, namun pada dasarnya layang-layang hanya memiliki dua jenis. Yakni layang-layang aduan atau biasa disebut sambitan, dan layang-layang hias atau biasa disebut gapangan. “Kalau layangan aduan bentuknya sederhana menyerupai belah ketupat, sementara layangan hias bentuknya lebih bervariasi,”jelasnya.


Danang melanjutkan, baik layangan aduan maupun hias memiliki aturan main masing-masing. “Kalau layangan aduan siapa yang talinya putus terlebih dahulu dia yang kalah. Sementara untuk layangan hias atau gapangan justru siapa yang dapat bertahan lama di udara dia yang menang,”terangnya.


Disinggung mengenai jenis layangan yang selalu menjadi primadona, dengan cepat pria 30 tahun ini mengatakan, hal tersebut sulit dikatakan. Sebab bermain layang-layang menyesuaikan selera dan suasana hati. Namun yang pasti, layang-layang merupakan permainan tradisional yang tidak akan tergerus zaman. “Karena dalam layangan bisa dibuat kompetisi, kreativitas, maupun hanya kesenangan semata. Semua melebur di permainan ini,”tandasnya.(*)


PERBEDAAN LAYANG-LAYANG :


*Layangan aduan/ sambitan* :


- Memiliki  satu macam bentuk dan sederhana.


- Hanya membutuhkan dua bilah bambu.


- Cukup menggunakan kertas minyak biasa.


- Menggunakan benang gelasan atau seret karena lebih tajam untuk menerbangkan layangan.


- Biaya produksi satu buah Layangan sekitar Rp 2.000 hingga Rp3.000


-  Menggunakan benang jahit untuk menyatukan dua bilah bambu.


  *Layangan hias / gapangan:*


- Memiliki bentuk lebih beragam. Bisa 2 dimensi dan 3 dimensi.


- Kebutuhan bilah bambu menyesuaikan bentuk yang akan dibuat.


- Menggunakan kantong plastik warna, kain parasit, maupun kertas minyak warna untuk badan layangan.


- Menggunakan senar atau nilon untuk menerbangkan. Karena lebih kuat.


- Biaya produksi satu Layangan minimal Rp 50.000  hingga jutaan. Tergantung model layangan.


- Menggunakan senar untuk merangkai kerangka layangan.


SUMBER : PERAJIN LAYANG-LAYANG

Editor : Dharaka Russiandi Perdana