Tulungagung – Terletak di jalur strategis yang membentang di sisi jalan raya utama Kecamatan Campurdarat Tulungagung, Pasar Desa Pojok menjadi denyut nadi perekonomian warga yang terus berdenyut tanpa henti.
Pasar ini bukan sekadar tempat transaksi, melainkan simbol kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Desa Pojok, Kabupaten Tulungagung.
Aktivitas pasar dimulai sejak fajar menyingsing. Deru suara pedagang yang menata lapak, tawa pembeli yang berkeliling, serta aroma khas kuliner tradisional menjadi lanskap keseharian salah satu pasar di Tulungagung yang telah lama tumbuh sebagai pusat interaksi dan perputaran uang warga.
Suasana menjadi semakin semarak saat hari pasaran Legi dan Pon tiba. Pada hari-hari itu, volume transaksi meningkat tajam, menandai tingginya ketergantungan masyarakat Tulungagung terhadap keberadaan pasar desa.
Menurut Kepala Desa Pojok, Ismiati, keberadaan pasar di Tulungagung bukan hanya menopang kebutuhan ekonomi warga setempat, tetapi juga menjadi wadah sosial yang sarat makna.
“Pasar bukan sekadar tempat jual beli, tetapi juga ruang pertemuan warga, tempat berbagi cerita, dan pertukaran kabar,” ujarnya.
Seiring waktu, pemerintah desa Pojok Tulungagung tak tinggal diam. Berbagai upaya perbaikan telah dilakukan, mulai dari penataan drainase, pembangunan atap tambahan, hingga pengaturan ulang lapak agar lebih tertib dan nyaman.
Tak kalah penting, aspek kebersihan menjadi prioritas dengan menggandeng kader lingkungan dan kelompok sadar pasar dalam program penataan lingkungan pasar di Tulungagung.
Lebih dari itu, inovasi terus digalakkan. Pemerintah Desa Pojok Tulungagung kini tengah menggagas sistem digitalisasi pasar. Bersinergi dengan kelompok pemuda setempat, dirancanglah sistem informasi sederhana berbasis media sosial dan aplikasi pesan singkat.
Harapannya, komunikasi antar pedagang dan pembeli menjadi lebih cepat dan efisien, sekaligus membuka peluang pasar di Tulungagung menjadi lebih luas.
Namun di balik geliat tersebut, Sekretaris Desa Pojok, Miyanto (58) menyampaikan bahwa potensi pasar sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) sangat besar dan telah masuk dalam perencanaan pembangunan jangka menengah desa.
“Harapannya, pasar ini bisa membantu meningkatkan keuangan desa, dan pada akhirnya mempercepat pembangunan,” imbuhnya.
Ke depan, pasar di Desa Pojok, Campurdarat, Tulungagung ini dirancang tidak hanya sebagai tempat jual beli semata, melainkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi desa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.
"Ya planning-nya tentu untuk kesejahteraan masyarakat,” tutur Kepala Desa, menggambarkan visi masa depan dengan penuh optimisme.
Pasar Desa Pojok Tulungagung adalah lebih dari sekadar bangunan fisik. Ia adalah denyut kehidupan rakyat kecil, tempat bertemunya semangat gotong royong, kreativitas warga, dan mimpi besar untuk masa depan desa yang lebih sejahtera. (rin)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz