RADAR TULUNGAGUNG - Di tengah gempuran gadget dan game online, masih ada pemandangan klasik di Tulungagung yang bikin senyum bocah-bocah kampung bermain layangan di tanah lapang.
Tak pakai perlengkapan mahal, mereka anak-anak Tulungagung cukup mengandalkan benang gelasan bikinan sendiri dan layangan dari kertas bekas tapi soal skill, jangan ditanya.
Di tangan mereka anak-anak Tulungagung, layangan dari bambu tipis dan kertas minyak bisa meliuk-liuk di langit sore, siap menyambar lawan.
Gelasan buatan dari serpihan kaca dan lem kayu diracik dengan telaten.
Meski tak sekuat produk toko, hasilnya tetap mematikan bukti ketekunan dan kreativitas khas anak desa.
Yang menarik, permainan ini bukan sekadar hiburan. Ada strategi, teknik mengulur dan menarik benang, bahkan kerja sama tim saat berburu layangan putus.
Semuanya dilakukan dengan semangat membara, penuh tawa, dan tentu saja tanpa layar.
Pemandangan ini membawa nostalgia masa kecil, mengingatkan kita bahwa keseruan tak selalu butuh kemewahan.
Layangan mereka mungkin sederhana, tapi semangatnya luar biasa. (*)
Editor : Dharaka R. Perdana