Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Belum Tempuh Jalur Hukum, Manajemen Perseta 1970 Pertimbangkan Mediasi Terkait Cedera Firman

Sandy Sri Yuwana • Kamis, 22 Januari 2026 | 10:23 WIB

Tangkapan layar video proses terjadinya pelanggaran keras yang dilakukan pemain PS Putra Jaya, Hilmi  kepada pemain Perseta 1970, Firman, ketika pertandingan liga 4 Jatim (5/1)
Tangkapan layar video proses terjadinya pelanggaran keras yang dilakukan pemain PS Putra Jaya, Hilmi kepada pemain Perseta 1970, Firman, ketika pertandingan liga 4 Jatim (5/1)

RADAR TULUNGAGUNG – Kasus cedera yang menimpa pemain Perseta 1970, Firman Nugraha, belum berlanjut ke ranah hukum.

Hingga Senin (19/1), manajemen klub masih mengedepankan jalur mediasi dengan keluarga korban, sembari memastikan kondisi kesehatan pemain tetap dalam pengawasan.

Insiden tersebut terjadi dalam laga Perseta 1970 beberapa waktu lalu. Firman mengalami pelanggaran keras dari pemain lawan.

Saat pertandingan berlangsung, korban tidak langsung merasakan keluhan serius. Namun, setelah laga usai dan saat makan malam, rasa nyeri muncul hingga akhirnya harus mendapatkan perawatan medis melalui layanan BPJS.

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya retak pada tulang rusuk sebelah kiri meski tidak sampai patah.

Atas insiden tersebut, Komisi Disiplin PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi tegas kepada pemain pelaku berupa larangan bermain seumur hidup di seluruh kompetisi di bawah naungan PSSI serta denda sebesar Rp 2,5 juta.

Manajer Perseta 1970, Rudi Iswahyudi, menyampaikan bahwa kondisi Firman saat ini menunjukkan perkembangan cukup baik.

Meski demikian, manajemen tetap bersikap hati-hati mengingat cedera yang dialami merupakan cedera bagian dalam.

“Secara progres lumayan. Tapi tetap kami pantau. Kalau dalam dua minggu tidak ada perkembangan signifikan, opsi rujukan ke rumah sakit lain sudah kami siapkan,” ujar Rudi.

Dia menegaskan, seluruh keputusan tetap mengacu pada laporan medis resmi. Manajemen tidak ingin gegabah karena cedera bagian dalam berisiko menimbulkan dampak jangka panjang.

Saat ini, Firman telah kembali ke rumah, namun masih berada dalam tanggung jawab dan pengawasan manajemen Perseta 1970.

"Pengawasan penuh terhadap aktivitas pemain tidak mudah dilakukan, namun pihaknya tetap berupaya memastikan kondisi korban terjaga," tambahnya.

Terkait kemungkinan pelaporan hukum, Rudi menyebut manajemen masih membuka ruang mediasi sesuai arahan aparat dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami akan bicara dulu dengan keluarga korban. Sesuai aturan, harus ada ruang mediasi sebelum melangkah ke proses hukum,” jelasnya.

Dia menambahkan, penyelesaian secara kekeluargaan menjadi prioritas selama kondisi korban terus menunjukkan perbaikan.

Selain itu, Rudi berharap insiden ini menjadi bahan evaluasi bersama, mengingat kasus serupa kerap berulang dalam kompetisi sepak bola lokal.

“Setiap tahun hampir selalu ada kejadian seperti ini. Harus jadi pelajaran agar ke depan bisa lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, terkait kondisi tim Perseta 1970, manajemen mengaku belum melakukan pembentukan tim baru dan masih menunggu kepastian regulasi serta format kompetisi selanjutnya.

Meski demikian, Rudi memastikan manajemen tetap bertanggung jawab penuh atas pemulihan Firman hingga dinyatakan benar-benar pulih. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Perseta 1970 #PSSI Jawa Timur #cedera #firman