RADAR TULUNGAGUNG - Fenomena gerhana 2026 dipastikan menjadi salah satu peristiwa langit paling menarik yang bisa disaksikan masyarakat Indonesia. Gerhana bulan total ini akan menghadirkan pemandangan unik berupa bulan berwarna merah yang tampak jelas tanpa bantuan alat.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gerhana 2026 terjadi karena posisi Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar. Dalam kondisi ini, bayangan bumi menutupi bulan secara penuh.
Fenomena tersebut membuat bulan berubah warna menjadi merah, yang dikenal sebagai blood moon. Perubahan warna ini terjadi akibat proses pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi.
Baca Juga: Saudi Aramco Diserang Drone, Selat Hormuz Ditutup Iran, Harga Minyak Dunia Terancam Melonjak di 2026
Jadwal Gerhana Bulan Total 2026
Gerhana 2026 berlangsung dalam beberapa fase, dengan fase total menjadi momen paling dinantikan. Di wilayah Indonesia barat, fase total terjadi antara pukul 18.03 hingga 19.03 WIB.
Durasi fase total berlangsung sekitar satu jam, sementara keseluruhan rangkaian gerhana mencapai hampir enam jam. Ini memberikan waktu cukup panjang bagi masyarakat untuk menikmati fenomena tersebut.
Disarankan untuk mulai mengamati sejak sebelum pukul 18.00 WIB agar dapat mengikuti perubahan fase secara bertahap.
Wilayah Terbaik untuk Mengamati
Meskipun gerhana 2026 dapat dilihat di seluruh Indonesia, wilayah timur memiliki keuntungan lebih besar. Pengamat di Indonesia timur dapat menyaksikan seluruh fase gerhana dari awal hingga akhir.
Sementara itu, wilayah tengah dan sebagian barat hanya melihat fase sebagian hingga akhir. Sebagian besar wilayah barat bahkan baru dapat mengamati saat fase total berlangsung.
Perbedaan ini disebabkan oleh posisi bulan yang masih berada di bawah horizon pada fase awal untuk wilayah barat.
Mengapa Bulan Berubah Warna?
Saat gerhana terjadi, cahaya matahari yang menuju bulan terhalang oleh bumi. Namun, sebagian cahaya masih dapat mencapai bulan setelah melewati atmosfer bumi.
Dalam proses tersebut, cahaya biru tersebar lebih banyak, sedangkan cahaya merah tetap diteruskan. Inilah yang menyebabkan bulan tampak merah saat puncak gerhana.
Fenomena ini menjadi daya tarik utama gerhana 2026 dan sering disebut sebagai bulan darah.
Cara Menyaksikan dengan Aman
Salah satu keunggulan gerhana bulan adalah keamanannya. Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan dapat dilihat langsung tanpa alat pelindung.
Untuk hasil terbaik, pilih lokasi terbuka dengan sedikit gangguan cahaya. Pantai, lapangan, dan daerah perbukitan sangat direkomendasikan.
Pastikan juga kondisi cuaca mendukung. Langit cerah akan memberikan pengalaman visual yang lebih maksimal.
Gerhana 2026 menjadi momen langka yang sayang untuk dilewatkan. Selain sebagai fenomena astronomi, peristiwa ini juga menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan alam semesta secara langsung.
Dengan durasi yang cukup panjang dan visibilitas luas, masyarakat Indonesia memiliki peluang besar untuk menyaksikan salah satu pertunjukan langit paling memukau tahun ini.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula