TRENGGALEK - Menjelang hari raya Idul Adha 2023, ada beberapa penyakit hewan yang perlu diwaspadai, meskipun itu bukan zoonosis (menular ke manusia, Red).
Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai itu meliputi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan Peste de Petits Ruminant (PPR).
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan (Disnak) Trenggalek drh Ririn Hari Setiani mengatakan, tren penyakit hewan ternak PMK sudah menurun drastis hingga nol kasus baru, namun untuk penyakit LSD ini sedang merebak, dan PPR berstatus ancaman.
"LSD sudah menyebar," ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Rada Trenggalek.
Ririn melanjutkan, penyakit LSD ini ditandai dari kulit hewan yang terdapat banyak benjolan. Sedangkan penyebaran penyakit ini belum bisa dikendalikan karena vaksinasi LSD belum merata di Kabupaten Trenggalek.
Indikasinya capaian vaksinasi LSD sebatas 2.500 dosis, ditambah 1.000 dosis, dan akhir Juni 2023 ditambah 2.000 dosis. Sementara total populasi kambing di Trenggalek mencapai 400 ribu ekor, dan sapi sekitar 40 ribu ekor.
"Capaian vaksin LSD, masih rendah. Pemerintah mengizinkan untuk membeli sendiri," ungkapnya.
Tak cukup itu, penyakit PPR pun menjadi ancaman untuk ternak kambing. Dari pantauan Ririn, gejala PPR dapat dilihat dari kesehatan kambing di seputar mata, mulut, dan perut.
"Belek en sangat parah, kemudian sariawan di sekitar mulut, dan paling parah adalah diare," ujarnya.
Ririn mengakui bahwa masa inkubasi PPR kambing menyerupai PMK, yakni selama 14 hari. Penularan penyakit ini pun cepat.
"Berlaku untuk kambing saja. Resiko kematian,
hampir 100 persen. Penyakit ini berasal dari dari Afrika," ujarnya.
Berkaca dari Idul Adha pada 2022, dari 1.809 titik pemotongan hewan. Hewan kurban sapi mencapai 1.413 ekor, kambing 6.372 ekor, dan domba 475 ekor. Totalnya pun mencapai 8.260 ekor.
Wanita berhijab itu mengimbau kendati ketiga penyakit hewan itu tidak menular ke manusia atau membuang bagian-bagian tubuh hewan ternak terinfeksi, namun masyarakat perlu waspada dalam memilih, membeli, maupun sebelum mengonsumsinya.
"Pertama kebersihan kandang, semua sumber penularan itu karena kandang tidak bersih. Kemudian untuk lalu lintas itu harus diwaspadai, jadi belilah hewan yang sehat, bukan yang sakit. Kemudian diisoloasi sebelum dicampur dengan ternak yang lain, yang sudah ada," tegasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra