Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pengamat Psikologi: Pelaku Pembunuhan Pasutri Ngantru Tak Bisa Kendalikan Emosi

Matlaul Ngainul Aziz • Rabu, 5 Juli 2023 | 00:00 WIB
Pelaku pembunuhan pemilik kolam  renang di Desa/Kecamatan Ngantru saat  menjalani pers rilis di Polres Tulungagung  pukul 12.30 WIB, kemarin (3/7
Pelaku pembunuhan pemilik kolam renang di Desa/Kecamatan Ngantru saat menjalani pers rilis di Polres Tulungagung pukul 12.30 WIB, kemarin (3/7

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Jangan bercanda ketika menanggapi permasalahan uang atau piutang. Hal inilah yang tergambar pada kasus pembunuhan pasutri asal Desa/Kecamatan Ngantru. Berdasarkan psikologi, seseorang yang tidak dapat mengendalikan emosinya dengan baik akan bertindak agresif ketika mendapati hal serupa.

Pengamat psikologis, Nuzulunni’mah mengatakan, motif pembunuhan dengan permasalahan uang dan utang selalu menjadi salah satu penyebab pertama adanya kasus pembunuhan. Mayoritas tersangka dari kasus pembunuhan ini kenal dengan korban yang menjadi targetnya. “Entah itu pihak keluarga, teman atau yang lainnya, sebagian besar pelaku pembunuhan itu kenal dengan targetnya,” jelasnya kemarin (3/7).

Selain seorang residivis, pelaku pembunuhan sadis pasutri asal Desa/Kecamatan Ngantru ini mengalami luapan emosi saat mendapati tanggapan tak mengenakkan dari korban ketika ditagih utang pembelian batu akik.

Tak hanya itu, pelaku pembunuhan tersebut pun merupakan sosok yang kurang dapat mengendalikan emosinya dengan baik. “Jawaban yang tak mengenakkan dari korban itu justru semakin membuat emosi pelaku meluap dan melakukan tindakan agresif. Sikap membunuh itu agresinya selalu muncul,” ucapnya.

Berdasarkan pengamatannya, mungkin saja pelaku pembunuhan pasutri tersebut tidak memiliki niatan membunuh sedari awal. Sebab, tersangka tidak membawa suatu alat yang mempermudahnya dalam melakukan aksi pembunuhan tersebut. “Ketika di tempat itu ada suatu cekcok atau bersitegang yang membuat pelaku tidak bisa mengendalikan emosinya,” paparnya.

Ditambah, motif dari kasus pembunuhan ini didasari oleh permasalahan uang. Pelaku disinyalir juga sangat membutuhkan uang tersebut. Namun, bisa saja batu akik yang dibeli oleh korban merupakan batu milik orang lain, sedangkan pelaku ini hanya sebagai perantara. “Kalau ini perlu diklarifikasi lagi, jadi, dia pihak kedua yang menjual batu akik tersebut sehingga mendapatkan tekanan dari pemilik asli dari batu akik karena tak juga dibayarkan,” ungkapnya.

Berdasarkan analisis psikologi, dengan kondisi emosi yang tidak stabil dan mendapatkan tanggapan yang tidak mengenakkan, emosi dari pelaku semakin meninggi. Mendapati hal tersebut, pelaku kemudian bereaksi dengan memukul korban. “Tetapi karena arah pukulannya ke arah yang vital sehingga berujung pada kasus pembunuhan,” tandasnya.

Sementara itu, Ari Jon, tetangga dari pelaku Ep alias Glowoh ini mengaku bahwa dalam kesehariannya Ep kerap modar-mandir dan kerap terlihat di tempat-tempat adu ayam. Tak hanya itu, pelaku juga tidak bekerja sehingga membuatnya terlilit permasalahan ekonomi. “Biasanya wara-wiri gitu dan sering terlihat di tempat adu ayam. Setahu saya, dia juga tidak bekerja,” tutupnya. (ziz/c1/din)

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Pasutri di Ngantru Terkuak, Ini Kronologi Penangkapannya

Editor : Nurul Hidayah
#pasutri #ngantru #psikolog #pembunuhan