Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rumah Korban Pembunuhan Ngantru Masih Dipasang Police Line, Penyidikan Dilanjutkan

Luqman Hakim • Rabu, 5 Juli 2023 | 23:30 WIB
INVESTIGASI : Pembunuhan Pasutri di Daerah Ngantru hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
INVESTIGASI : Pembunuhan Pasutri di Daerah Ngantru hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Perkembangan pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) Tri Suharno dan Ning Rahayu, warga Desa/Kecamatan Ngantru, hingga kini terus berlanjut. Selain sudah menangkap pelaku Ep alias Glowoh sebagai eksekutor tunggal, Korps Bhayangkara tak luput memeriksa saksi untuk memperkuat alat bukti.

“Sudah memeriksa lima saksi untuk menguatkan bukti kasus tersebut. Akan terus dilakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait,” ungkap Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Anshori kemarin (4/7).  

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, rumah korban terlihat sepi. Pagar rumah tertutup rapat. Di pojok pintu pagar masih ada tulisan “Mohon Tidak Berkunjung, Masih Ada Penyilidikan”.    

Tampak dari luar juga tidak banyak aktivitas di dalam. Tenda dan kursi untuk peziarah masih ada di halaman rumah.

Pengunjung keluarga duka masih ada yang takziah. Namun, pagar tetap tertutup meski diperkirakan rumah tersebut dihuni anak korban.       

Dari luar juga terlihat garis polisi terpasang di depan tempat karaoke rumah tersebut. Itu untuk mengamankan lokasi kejadian.

Unntuk diketahui, pengungkapan kasus pembunuhan itu tak lepas dari closed circuit television (CCTV) di SMPN 1 Ngantru.

CCTV itu diletakkan di depan gedung utama yang mengarah ke rumah korban. “Ya memang ada CCTV di sekolah ini,” ungkap bagian tata usaha SMPN 1 Ngantru, Suparli. Dia mengaku, digital video recorder (DVR) CCTV  sudah diambil Polres Tulungagung setelah kejadian tersebut. Kini sudah dikembalikan ke sekolah lagi.

Di sekolah ini sebenarnya ada tujuh CCTV. Namun, sebagian besar berada di dalam. “Adanya CCTV ini sangat membantu untuk merekam kejadian di sekitar sekolah,” tandasnya.    

Diketahui sebelumnya, pelaku pembunuhan sadis terhadap Tri Suharsono dan Ning Rahayu menyerahkan diri ke Polres Tulungagung. Diketahui, motif dari pembunuhan keji tersebut akibat urusan utang piutang batu akik yang disinyalir menjadi alat ritual mistis yang tak kunjung dibayarkan sejak tahun 2021.

Setelah melakukan pembunuhan tersebut, tersangka berinisial Ep sempat termenung sembari menghisap rokok di ruang karaoke milik korban.   

“Pelaku dari pembunuhan tersebut yakni Ep alias Glowoh, 44 tahun, asal Dusun Besinan, Desa/Kecamatan Ngantru,” jelas Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto dalam rilis pers kemarin (3/7).

Modus dari pembunuhan pasutri tersebut yakni dengan mengantar satu ekor ayam yang akan digunakan untuk ritual ke rumah korban. Kemudian, motif dari pembunuhan sadis ini dilakukan lantaran utang penjualan batu akik jenis batu mulia widuri. Sama halnya dengan ayam, batu mulia milik tersangka tersebut juga dapat digunakan untuk ritual dan dijanjikan akan dibeli oleh korban dengan harga Rp 250 juta. “Namun, pembelian batu mulia itu belum dibayarkan,” ucapnya. (md1/c1/din)

Baca Juga: KOLABORASI ORGANISASI GAPOKTAN DALAM PERSPEKTIF CHESTER IRVING BARNARD

Editor : Nurul Hidayah
#ngantru #pembunuhan #penyelidikan