Tsunami Bikin Warga Berlarian, Rumah-Rumah Disebut Rata Usai Air Laut Menerjang

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:50 WIB
Tsunami menerjang permukiman hingga membuat warga panik. Rumah disebut rata, barang hilang, dan warga menyoroti pentingnya arahan evakuasi.(Pinterest)
Tsunami menerjang permukiman hingga membuat warga panik. Rumah disebut rata, barang hilang, dan warga menyoroti pentingnya arahan evakuasi.(SC Youtube)

JAKARTA - Tsunami menerjang kawasan permukiman dan membuat warga berlarian menyelamatkan diri. Dalam sebuah rekaman video, warga memperlihatkan kondisi bangunan yang disebut rusak parah setelah air laut datang dengan cepat hingga menyapu kawasan tempat tinggal mereka.

Kepanikan terlihat sejak awal rekaman. Sejumlah warga berulang kali mengucapkan takbir dan kalimat tauhid sembari melihat kondisi sekitar. Mereka juga saling memperingatkan agar tidak bergerak ke arah tertentu karena kawasan tersebut dianggap masih berbahaya.

Salah seorang warga menunjukkan lokasi yang sebelumnya terdapat rumah. Setelah air menerjang, bangunan tersebut disebut sudah tidak terlihat. “Itu kan rumah, tapi sudah hilang,” ujar warga dalam rekaman.

Baca Juga: Kawasaki W175 Injeksi 2026, Kini Lebih Modern dan Sudah ABS

Air Laut Sempat Surut

Kesaksian warga menyebut air laut lebih dahulu mengalami surut. Setelah itu, air kembali datang dengan deras dan bergerak menuju kawasan permukiman.

“Setelah air surut, air pasang itu mendidih. Nah, itu berkejaran dengan air,” kata seorang warga.

Situasi tersebut membuat masyarakat tidak sempat mengukur ketinggian air. Mereka lebih memilih segera menyelamatkan diri karena kondisi berlangsung cepat.

“Airnya kita tidak bisa mengukur karena kita semua pada panik,” ujar warga lainnya.

Dalam kondisi tersebut, warga berusaha mencari jalur untuk menjauh dari sapuan air. Mereka menyebut tidak berlari lurus mengikuti jalan, melainkan bergerak melintang untuk menghindari air yang datang.

Warga dalam video juga menjelaskan bahwa air laut menyapu rumah dari bagian belakang. Dampaknya, bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan. Bahkan, beberapa rumah disebut sudah rata dengan tanah atau hilang dari lokasi semula.

Salah seorang warga menyebut ketinggian air mencapai sekitar dua meter. Namun, keterangan tersebut merupakan perkiraan warga dalam situasi panik dan tidak disertai pengukuran.

Hanya Pakaian yang Tersisa

Dampak terjangan air juga membuat warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang dari rumah. Salah seorang warga menggambarkan dirinya hanya berhasil menyelamatkan pakaian yang sedang dikenakan.

“Baju di badan,” ucapnya.

Kondisi setelah air menerjang juga digambarkan sangat sulit. Barang kebutuhan sehari-hari disebut hilang dan tidak lagi tersedia di rumah warga.

“Mie satu bungkusnya tidak. Beras satu biji pun tidak ada,” kata warga tersebut.

Pernyataan itu menunjukkan kepanikan tidak berhenti setelah air surut. Warga harus menghadapi kondisi ketika rumah dan barang kebutuhan mereka telah terdampak.

Dalam rekaman, warga kemudian mempertanyakan tempat yang dapat digunakan masyarakat untuk berlindung. Mereka mengaku membutuhkan bantuan serta arahan mengenai langkah selanjutnya setelah kawasan permukiman terdampak.

Baca Juga: Gempa Manggarai M5,6 Guncang Flores, Pengungsi Panik Keluar Tenda Bersama Bayi

Keluhan soal Peringatan dan Evakuasi

Di tengah kondisi tersebut, seorang warga menyampaikan kekecewaan terhadap pemerintah setempat. Ia mengaku masyarakat tidak mendapatkan pengarahan mengenai evakuasi sebelum kejadian.

“Saya sangat menyesal dengan pemerintah setempat karena kita tidak pernah mereka arahkan,” ujarnya.

Menurut warga tersebut, sistem pengeras suara seharusnya dapat digunakan untuk menyampaikan peringatan kepada masyarakat. Ia bahkan menyinggung penggunaan baterai agar perangkat tetap bisa digunakan ketika aliran listrik tidak tersedia.

“Kalau ngafon ini tidak perlu pakai aliran meteran. Dia pakai baterainya sudah bisa,” katanya.

Warga berharap masyarakat mendapat informasi yang jelas mengenai lokasi aman dan arah evakuasi. Menurut kesaksian dalam video, kepanikan membuat masyarakat hanya berfokus untuk berlari menjauh dari air.

Rekaman tersebut juga memperlihatkan kondisi permukiman setelah kejadian. Beberapa bagian kawasan yang sebelumnya dipenuhi rumah disebut telah berubah dan mengalami kerusakan parah.

Namun, transkrip video tidak mencantumkan lokasi pasti kejadian maupun waktu terjadinya tsunami. Tidak terdapat pula data mengenai jumlah korban, jumlah bangunan yang terdampak, maupun kerugian material secara keseluruhan.

Karena itu, gambaran mengenai skala bencana dalam berita ini terbatas pada kesaksian dan visual yang terekam dalam video. Informasi lebih lanjut mengenai korban dan kerusakan masih memerlukan verifikasi dari pihak berwenang.

 

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : Official iNews
evakuasi warga permukiman terdampak tsunami rumah hancur air laut