Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mulai Rumuskan Mitigasi Bencana

Choirurrozaq • Kamis, 10 Juni 2021 | 19:22 WIB
mulai-rumuskan-mitigasi-bencana
mulai-rumuskan-mitigasi-bencana

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar segera mengambil langkah cepat antisipasi dampak gempa. Potensi gempa hingga tsunami yang ada wilayah Blitar selatan menjadi alarm tersendiri untuk selalu waspada.


Wali Kota Blitar Santoso menyatakan, potensi gempa di wilayah Blitar selatan yang telah diinformasikan Badan Meteoroligi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) harus menjadi kewaspadaan bersama. Tidak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat. "Namun, pemkot juga akan mengantisipasi secara dini potensi gempa tersebut. Agar dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisasi," ujarnya, kemarin (9/6).


Salah satu caranya, dengan mitigasi bencana. Yakni segala upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi risiko bencana khusus gempa bumi. "Nanti, kami perintahkan OPD terkait yakni bakesbangpol dan PBD untuk berkoordinasi dengan kecamatan serta kelurahan terkait mitigasi bencana. Bagaimana nanti langkah-langkah antisipasinya bisa segera dirumuskan. Lebih dini, lebih baik," katanya.


Sesuai arahan BMKG, Pemkot Blitar diminta segera menyiapkan mitigasi bencana. Meski Kota Blitar jauh dari pesisir pantai, tetap harus waspada terhadap dampak yang ditimbulkan akibat gempa bumi.


Beberapa upaya yang bisa dilakukan pemkot untuk meminimalisasi risiko bencana gempa bumi, di antaranya memperkuat struktur bangunan atau mempersiapkan bangunan tahan gempa. Lalu menyiapkan titik-titik evakuasi baik di tempat umum atau di pusat perkantoran maupun perbelanjaan.


Arahan dari BMKG tersebut akan menjadi pertimbangan pemkot. Misalnya soal bangunan tahan gempa, pemkot bakal melakukan evaluasi menyeluruh. "Nanti ketika penerbitan IMB (izin mendirikan bangunan, Red) misalnya, bisa dimasukkan syarat wajib bangunan harus tahan gempa. Struktur bangunan harus benar-benar dipastikan kuat dan tahan terhadap goncangan gempa. Baik bangunan rumah maupun gedung," jelas Santoso.


Selain menyiapkan bangunan tahan gempa, pemkot juga bakal menyiapkan titik-titik evakuasi. "Di pusat perkantoran dan pusat perbelanjaan, harus disiapkan titik evakuasinya," sambungnya.


Mitigasi bencana tersebut, menurut dia, semata-mata untuk kewaspadaan dini. Bukan berharap datang bencana. Sebab, tidak ada yang tahu kapan bencana itu datang. “Entah tahun depan atau tahun-tahun yang akan datang. Namun, segala antisipasi yang dilakukan sejak dini demi untuk meminimalisasi dampak. Jika sewaktu-waktu terjadi bencana, kita sudah siap," tuturnya. (*)

Editor : Choirurrozaq