KOTA BLITAR - Memoles wajah bagi wanita merupakan kunci percaya diri. Banyak wanita yang rela merogoh kocek cukup dalam untuk tampil rupawan. Namun, masalah utama bukanlah di modal. Sering kali make-up luntur alias tidak awet. Tak pelak, hal itu membuat para kaum hawa gusar.
Tak terkecuali bagi Almiya Nuariadmila.
Gadis berparas cantik ini sering mengalami hal tersebut. Sebagai wanita karir, dia harus menghela napas ketika mengetahui riasan wajahnya luntur. Terlebih, posisinya sebagai frontliner di sebuah hotel ternama, make-up adalah bagian dari tuntutan kerja. Dengan pengalamannya menjadi seorang make-up artist (MUA), dia berhasil menemukan tips dan trik mengatasi make-up tersebut. “Jadi yang paling penting kalau mau make-up itu mengenali jenis kulit dulu,” jelasnya kemarin (4/2).
Jenis kulit wanita, lanjutnya, terbagi menjadi tiga. Yakni, kulit kering, berminyak atau lembap, dan campuran. Perbedaan jenis kulit pun berbeda treatment. Nah, jika jenis kulit normal to oily, maka Almiya menyarankan tidak memilih alas bedak berbahan minyak. Biasanya tertulis embel-embel dewy skin. Dia menyarankan menggunakan jenis matte agar dapat menahan sebum dengan baik. Begitu pun sebaliknya.
Agar tidak cakey, lanjutnya, kondisi kulit wajah tidak boleh terlalu basah maupun kering. Dia menjelaskan, toner serum bisa menjadi alternatif apabila kondisi kulit wajah belum lembap paripurna. Barulah dia mengaplikasikan compact powder ke wajahnya. Itu pun harus menunggu beberapa menit sebelum berlanjut ke step berikutnya. Untuk mengunci make-up-nya, dia sering menyemprotkan serum air mawar. “Pokoknya, make up itu harus sabar,” ujarnya sambil tertawa.
Tips berikutnya adalah memilih gaya riasan. Meski tergantung selera, Almiya lebih PD dengan riasan natural. Memadukan Korean style dengan metropolitan. Korean style memiliki ciri khas tone warna yang cerah tetapi tidak belang di kulit, sedangkan metropolitan memberikan efek meriah pada alis dan mata. Perpaduan make-up tersebut cocok digunakan untuk wanita karier yang harus stand out bertemu dengan banyak orang. “Jadi nggak harus menor kayak mau ke kondangan gitu,” bebernya.
Wanita penyuka soto Kanigoro ini selalu memberikan sentuhan on point di pemilihan bentuk alis. Tidak terlalu menukik dan tebal. Almiya menggoreskan pensil alis mengikuti tepian alis. Kemudian, memberikan sentuhan eye shadow dan contour pada mata sebelum mengenakan softlens. Barulah, Almiya menguncinya dengan bulu mata. Setelah itu, dia bisa memberikan sentuhan pada hidung, pipi, dan bibir. Untuk hidung, dia hanya menambahkan sedikit contour wajah. Warnanya pun menyesuaikan dengan kulit masing-masing, sedangkan untuk lipstik dia menggunakan teknik ombre. Yakni, mencampur dua tone warna. “Bisa juga dengan liptint dan dikunci dengan lipbalm,” beber wanita berusia 24 tahun ini.
Menurutnya, banyak wanita yang menganggap make-up haruslah mahal. Namun, dia lebih menitikberatkan pada selera masing-masing. Dengan teknik yang benar, maka tidak harus mahal. Masih banyak make-up yang bisa dibanderol dengan harga murah, tetapi tetap matte hingga sore. Kuncinya tetap pada kepercayaan diri.
Almiya juga baru mencicipi asyiknya dunia make-up ketika kuliah. Dia merasa bahwa dengan make-up tingkat percaya diri bertambah. Yang awalnya malu bertemu dengan banyak orang pun tidak lagi dialaminya. Dari sanalah, dia sering mengisi waktunya untuk belajar make-up dari berbagai sumber di internet. Bahkan, dia sampai memberanikan diri membuka jasa MUA. Make-up telah menjadi bagian dari dirinya untuk lebih mencintai diri sendiri. “Selain tuntutan pekerjaan, make-up lebih mengenalkan aku ke diri sendiri,” tandasnya. (mg2/c1/hai) Editor : Anggi Septian Andika Putra