Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Imbau Anggota Tak Langgar Hukum, PSHT Blitar Dukung Polisi Tindak tegas Oknum Pesilat

Fajar Rahmad Ali Wardana • Kamis, 20 Juli 2023 | 21:30 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

KABUPATEN BLITAR – Polisi dan internal SH Terate akan mengawal pengesahan warga baru perguruan pencak silat di Kabupaten Blitar. Polres Blitar telah memetakan titik rawan dan meminta bantuan TNI untuk ikut mengamankan. Sesuai rencana, tradisi rutin perguruan SH Terate itu berlangsung di Padepokan Kanigoro pada akhir pekan ini.

Kapolres Blitar AKBP Anhar Arlia Rangkuti menyebut, telah menyiapkan 1.000 personel untuk mengamankan pengesahan. Ribuan personil itu akan diterjunkan di sejumlah titik di area pengesahan warga baru pencak silat. Langkah ini ditempuh Polres Blitar demi menjaga kondusifitas lingkungan saat pengesahan warga baru pada 23 Juli mendatang. ”Kegiatan tahunan ini tentu akan kami kelola dan kami persiapkan dengan sebaik-baiknya. Kami tidak ingin terjadi hal sesuai hal seperti tahun-tahun lalu,” ungkapnya, kemarin (19/7).

Polres Blitar, jelas dia, akan berkoordinasi dengan Polda Jatim serta Yonif 511 untuk pengamanan kegiatan pengesahan warga baru pencak silat tersebut. Tempat pengesahan dipusatkan di Padepokan SH Terate yang berada di Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro. Polres Blitar tidak ingin terjadi keributan atau gesekan antar anggota pencak silat. Baik ketika berangkat atau pulang usai pengesahan.

Dalam proses pengamanan, Polres Blitar telah membagi menjadi 3 zona kerawanan, yakni zona merah, kuning serta hijau. Semua zona sama-sama diperhatikan. Untuk zona merah dan kuning, pengamanan dilakukan di 16 titik di sekitar lokasi acara pengesahan warga baru.

Sementara untuk zona hijau, kegiatan pengamanan dilakukan dengan sistem patroli. Oleh karena itu, 1.000 personil siap untuk mengamankan di semua zona itu. ”Kami juga sudah melakukan penyuluhan dan akan terus berkoordinasi dengan pengurus cabang, ranting, hingga rayon untuk memberikan tindakan preventif,” terangnya.

Sementara itu, Ketua SH Terate Cabang Blitar Ibnu Sudibyo menjelaskan, pengurus cabang juga menyiapkan tenaga pengamanan berupa Pamter (pengamanan PSHT). Ada sebanyak 200 personil yang dikerahkan selama acara dilakukan. Pihaknya juga mengajukan pengamanan di Polres Blitar dan Polres Blitar Kota, TNI hingga Satpol PP.

Tahun ini, hampir semua daerah menggelar pengesahan warga baru pencak silat serentak. Seperti di antaranya Nganjuk, Blitar, Tulungagung dan Kediri dilaksanakan pada Minggu (23/7). Oleh karena itu, pengesahan calon warga pencak silat akan dilakukan di tempat asalnya masing-masing. Dengan begitu, kemungkinan penonton dari luar kota ke padepokan sangat kecil. “Dengan dilakukan pengesahan di waktu yang sama diharapkan tidak ada penggembira. Sebab, biasanya mereka reuni, misalnya warga pencak silat yang telah disahkan pada 2015. Mereka akan mengajak bertemu dengan temannya dari ranting tertentu atau dari luar kota,” tutur Ibnu.

Pengurus cabang meminta para anggota di tingkat ranting hingga rayon untuk tidak melakukan konvoi di jalanan sebelum dan setelah kegiatan. Imbauan itu sudah disampaikan secara tertulis hingga video. Bahkan, jika ada oknum anggota yang melanggar hukum tak segan ditindak sesuai aturan yang berlaku oleh pihak yang berwajib. “Tentunya itu tanggung jawab pribadi. Pengurus tidak ada instruksi,” tegasnya.

Pengurus cabang, tegas dia, tidak menghalangi kepolisian dalam menindak dan memproses hukum oknum yang melanggar. “Kami juga tidak akan membantu mereka, karena itu urusan pribadi,” tandasnya. (jar/sub)

Editor : Doni Setiawan
#pencak silat #Oknum Pesilat #tindak tegas