BLITAR - Beberapa bulan terakhir harga beras merangkak naik. Salah satu yang merasakan imbasnya adalah para pedagang makanan di Blitar raya. Mereka harus putar otak agar tetap kebagian untung.
Di pasaran harga beras medium tembus Rp 15 ribu per kilogram. Padahal biasanya hanya dikisaran harga Rp 11-13 ribu per kilogram. Kondisi ini sudah terjadi sejak awal tahun.
"Sejak Januari sudah naik. Naiknya sedikit-sedikit sampai sekarang Rp 15 ribu. Itu pun yang medium," kata salah satu pedagang nasi pecel, Mutiin, Rabu (28/2/2024).
Perempuan 42 tahun itu mengaku memilih menurunkan grade beras dibanding harus menaikkan harga makanan yang dijual. Jalan tersebut dipilih agar pelanggan tidak kabur.
”Kalau dinaikkan nanti pada ndak mau, sambat (mengeluh) mahal dan lainnya. Saya turunkan grade berasnya, tetapi bukan yang down grade banget,” jelasnya.
Dalam sehari, perempuan yang berjualan di sekitar Pasar Legi, ini mengaku menghabiskan 5-6 kg nasi. Beras itu dibeli dari pedagang langganan. Sehingga, bisa mendapat potongan harga karena membeli dengan jumlah yang banyak.
Hal serupa juga dilakukan oleh Nabila. Karyawan warung makan itu juga tidak menaikkan harga. Hanya, sedikit mengurangi porsi nasi.
Namun, untuk lauk tetap seperti biasanya. "Porsinya nasinya dikurangi sedikit. Tapi lauk dan lain-lain seperti biasa. Ya, biar harganya tetap Rp 10 ribu," jelasnya.
Dalam sehari Nabila bisa menghabiskan 7-10 kilogram beras. Beras yang pilih adalah kualitas medium dengan kualitas yang bagus.
Menurutnya, hal ini dilakukan selama harga beras masih mahal. Jika berangsur turun, porsi akan kembali seperti biasanya.
"Ya kalau harga beras sudah normal akan dijual seperti biasanya. Semoga harganya bisa segera turun," tandasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra