Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Banyak Dicari Orang, Stok Telur Bebek di Tulungagung Tak Banyak

Sandy Sri Yuwana • Sabtu, 15 Maret 2025 | 18:59 WIB
Salah satu penjual telur bebek di Pasar Ngemplak yang jumlahnya tidak begitu banyak.(SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Salah satu penjual telur bebek di Pasar Ngemplak yang jumlahnya tidak begitu banyak.(SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG - Telur bebek hampir hilang di pasaran.

Bahkan di Pasar Ngemplak yang merupakan pasar terbesar di Tulungagung, telur bebek sulit didapatkan.

Kalaupun ada, jumlahnya hanya sedikit dan tidak ada patokan harganya.

Harga telur bebek di pasaran sangat bervariasi dan tergolong tinggi.

Terpantau di Pasar Ngemplak yang terletak di Kecamatan Tulungagung, koran ini cukup kesulitan untuk mendapatkan pedagang yang menjajakan telur bebek.

"Agak sulit mencari telur bebek. Biasanya di stan itu ada, tapi kok kali ini kelihatannya tidak ada. Lagian harganya mahal. Kalau saya pilih beli telur yang lain saja (bukan telur bebek) ," kata Rofi, yang sedang berbelanja di Pasar Ngemplak, kemarin.

Nuriyah, salah satu pedagang yang menjual telur bebek di Pasar Ngemplak, bercerita bahwa jumlah telur bebek yang dijual di kiosnya tidak banyak.

Hanya ada beberapa biji.

Harganya Rp 10 ribu untuk tiga butir telur.

"Saya nggak ambil banyak. Harganya menyesuaikan teman-teman pedagang lain," kata penjual itu.

Di luar pasar, harga lebih bervariasi lagi.

Sekitar Rp 3.500-Rp 4 ribu per biji.

Sekali lagi, itu pun barangnya tidak mudah didapat.

Ketika koran ini mengonfirmasi ke peternak bebek di Kecamatan Kalidawir, seorang peternak bernama Matal mengaku menjual telur Rp 2.200 per biji.

Harga tersebut cukup bagus menurut para peternak.

"Biasanya harganya Rp 2 ribu per butir. Berarti saat ini harganya sedang naik ," katanya.

Dia juga menceritakan bahwa harganya naik turun sesuai jumlah permintaan.

Namun, dia mengaku tidak mengetahui harga di pedagang telur atau di pasaran.

"Yang penting sudah diambil pedagang. Kalau harga di pasaran, saya nggak tau," kata pria yang sudah 15 tahun beternak bebek petelur ini.

Harga di peternak dan di pasar, apalagi di peracangan, sangat berbeda.

Selisihnya hampir seratus persen.

Ismiyati, pemilik warung peracangan di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, menjual telur bebek per butir Rp 4 ribu.

Dia mengaku harga itu sesuai dengan harga kiriman dari pengepul telur.

"Saya mengambil dari tengkulak. Harga dari tengkulak memang kisaran itu," ucapnya. (mg2/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#pasar ngemplak #kecamatan kedungwaru #kecamatan kalidawir #Telur Bebek #peternak