Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Meski Untungnya Kecil, Mengapa Banyak Orang Tetap Memilih Membuka Toko Sembako? Ternyata Ini Alasannya

Siti Fadhilah Salsabila • Minggu, 19 Oktober 2025 | 03:48 WIB
Untungnya kecil tapi pasti, itulah kenapa banyak orang tetap setia buka toko sembako. Usaha kecil yang tahan krisis dan selalu dibutuhkan.
Untungnya kecil tapi pasti, itulah kenapa banyak orang tetap setia buka toko sembako. Usaha kecil yang tahan krisis dan selalu dibutuhkan.

RADAR TULUNGAGUNG - Di tengah banyaknya jenis usaha yang menjamur, toko sembako tetap menjadi pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat, terutama kalangan orang tua.

Padahal, bisnis ini dikenal memiliki keuntungan kecil dan waktu balik modal yang cukup lama.

Namun di balik itu, ada alasan kuat mengapa usaha sembako tak pernah kehilangan peminat.

Baca Juga: Rosan Roeslani Respons Pernyataan Menkeu Purbaya soal Utang Kereta Cepat Tanpa APBN, Evaluasi Komprehensif Lagi Berjalan

Kebutuhan yang Tak Pernah Berhenti

Beras, minyak goreng, gula, hingga telur adalah barang yang dibutuhkan setiap hari. Karena itulah, toko sembako memiliki pasar yang tak pernah sepi.

Permintaan selalu ada, bahkan saat kondisi ekonomi sedang sulit. Bagi banyak orang tua, ini menjadi jaminan bahwa usaha sembako “aman dijalankan.”

Modal Bisa Dimulai dari Kecil

Usaha sembako tidak menuntut modal besar di awal. Banyak pelaku usaha memulainya dari teras rumah, dengan rak sederhana dan stok seadanya.

Seiring waktu, barang dagangan bisa bertambah sedikit demi sedikit. Konsep inilah yang membuat toko sembako terasa ringan untuk dijalankan oleh siapa pun.

Baca Juga: Calon Investor Dituntut Jeli, Berikut Rekomendasi Trading Saham SCMA dan MBMA di Tengah Prediksi IHSG yang Melemah

Untung Tipis, Tapi Uang Tetap Berputar

Memang, margin keuntungannya kecil — biasanya hanya sekitar lima sampai sepuluh persen. Namun, karena pembeli datang setiap hari, uang tetap berputar stabil.

Aliran kas yang rutin inilah yang membuat pemilik toko tetap bisa bertahan, meski tanpa keuntungan besar.

Tidak Perlu Keahlian Khusus

Berbeda dengan usaha kuliner atau bisnis daring yang memerlukan keterampilan tertentu, toko sembako bisa dijalankan siapa saja.

Kuncinya adalah kejujuran, ketelitian dalam menghitung stok, dan pelayanan yang ramah terhadap pelanggan.

Sumber Penghasilan yang Stabil

Bagi banyak keluarga, terutama ibu rumah tangga, toko sembako menjadi sumber penghasilan tambahan yang bisa diandalkan.

Meskipun hasilnya tidak besar, usaha ini mampu menopang kebutuhan sehari-hari tanpa perlu meninggalkan rumah.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Menguat jadi Rp. 16.573 di Awal Perdagangan Kamis Pagi, Didukung Sentimen Dovish Global

Membuka toko sembako memang bukan jalan cepat untuk kaya, tetapi merupakan cara pasti untuk tetap bertahan.

Bagi banyak orang tua, usaha ini bukan sekadar bisnis, melainkan bentuk ketenangan: usaha kecil yang memberi penghasilan stabil, dan selalu dibutuhkan masyarakat. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#usaha rumahan #Toko Sembako #ekonomi keluarga