RADAR TULUNGAGUNG - Pasar komoditas logam mulia di Indonesia mengalami goncangan hebat hari ini.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, harga emas Antam jatuh sangat dalam hingga jauh di atas Rp100.000 per gram hanya dalam satu hari perdagangan.
Berdasarkan data resmi, harga emas batangan 24 karat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ambruk hingga Rp177.000 per gram, membawa harga 1 gram emas hari ini menjadi Rp2.310.000 per gram.
Penurunan drastis ini mengakhiri reli panjang emas yang sebelumnya sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.
Kejatuhan ekstrem ini terjadi hanya sehari setelah harga emas Antam sempat melonjak Rp72.000 per gram pada Selasa (21/10/2025), yang membawa harga ke rekor tertingginya, yaitu Rp2.487.000 per gram.
Namun, tren kenaikan tersebut langsung dipangkas hanya dalam waktu 24 jam. Koreksi tajam ini terjadi sejalan dengan pelemahan parah pada harga emas dunia di pasar spot, yang mencatatkan penurunan harian terburuknya dalam lima tahun.
Sebelumnya, harga emas Antam juga sempat jatuh sangat dalam hingga Rp57.000 per gram pada Sabtu (18/10) lalu.
Tak hanya harga jual, nilai pembelian kembali (buyback) emas batangan Antam juga mengalami nasib serupa, jatuh Rp172.000 per gram. Dengan koreksi ini, harga buyback emas Antam kini berada di level Rp2.164.000 per gram, turun dari harga sebelumnya, yakni Rp2.336.000 per gram.
Harga buyback ini adalah nilai yang didapatkan pemegang emas Antam jika ingin menjual kembali emas batangan tersebut kepada Antam.
Baca Juga: Kejutan Awal Pekan, Harga Emas Antam Turun Anjlok Rp13.000 Per Gram, Peluang Bagi Investor Cerdas?
Harga Emas Dunia Ambruk 5% dalam Sehari
Pelemahan masif harga emas di dalam negeri ini dipicu oleh terjun bebasnya harga emas dunia. Pada perdagangan Selasa (21/10/2025), harga emas dunia di pasar spot jatuh 5,31% ke level US$4.123,85 per troy ons.
Penurunan drastis sehari tersebut menjadi pelemahan terburuk sejak 11 Agustus 2020, atau lima tahun terakhir, di mana saat itu emas ambruk 5,72 persen sehari.
Harga emas global mencapai puncak tertinggi sepanjang masa di US$4.381,21 pada hari Senin sebelumnya dan telah naik sekitar 65 persen sepanjang tahun ini.
Kenaikan ini didorong oleh spekulasi penurunan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta pembelian berkelanjutan oleh bank sentral.
Namun, penurunan tajam ini terjadi karena investor melakukan aksi ambil untung (profit taking). Selain itu, selera risiko yang lebih baik di pasar umum dan meredanya ketidakpastian politik memberikan dampak bearish bagi logam safe haven seperti emas.
Penguatan indeks dolar AS (DXY) sebesar 0,35% di level 98,93 pada Selasa (21/10/2025) juga membuat pembelian emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Analis senior di Kitco Metals, Jim Wyckoff, menyebut bahwa selera risiko yang membaik berdampak bearish.
John Higgins, Kepala Ekonom Pasar di Capital Economics, bahkan memperingatkan bahwa harga logam mulia telah melonjak jauh melampaui nilai wajarnya dan mungkin berada di wilayah gelembung.
Baca Juga: Harga Emas di Pasaran Domestik Terus Melonjak Sejak Empat Hari yang Lalu, Berikut Rinciannya
Harga Emas Antam Berbagai Ukuran
Meskipun terjadi ambruk besar-besaran, jika ditarik dalam sepekan terakhir, harga emas Antam masih tercatat dalam tren naik, yakni di rentang Rp2.310.000-Rp2.487.000 per gram. Sementara dalam sebulan terakhir, pergerakan harganya berada pada Rp2.123.000-Rp2.487.000 per gram.
Untuk harga satuan terkecil hari ini, emas ukuran 0,5 gram berada di angka Rp1.205.000. Emas 10 gram dijual dengan harga Rp22.595.000. Adapun ukuran terbesar, 1.000 gram (1 kg), dibanderol Rp2.250.600.000.
Perlu diperhatikan juga bahwa setiap transaksi buyback yang melebihi nilai Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen (untuk pemegang NPWP) atau 3 persen (untuk non-NPWP). PPh Pasal 22 ini akan dipotong langsung dari total nilai transaksi saat pelaksanaan buyback. ****
Editor : Dharaka R. Perdana