Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jalankan Mesin Fiskal–Moneter, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Targetkan Ekonomi Tembus 6 Persen Tahun Depan

Vidya Sajar Fitri • Senin, 24 November 2025 | 03:30 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa tercapai. (KEMENKEU)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa tercapai. (KEMENKEU)

RADAR TULUNGAGUNG – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk membawa perekonomian nasional tumbuh lebih cepat pada tahun depan.

Dalam paparan di hadapan pelaku industri, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan ingin memastikan seluruh program pembangunan berjalan efektif agar peningkatan pertumbuhan ekonomi bisa dicapai secara konsisten.

Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, langkah berkeliling ke berbagai daerah bukan sekadar agenda kunjungan biasa, melainkan bagian dari strategi memastikan kebijakan ekonomi berjalan di lapangan.

Menurutnya, sinergi kebijakan pemerintah akan sangat memengaruhi pencapaian target pertumbuhan nasional.

“Saya ingin pastikan program pembangunan kita berjalan supaya ekonomi bisa tumbuh lebih cepat,” ujar Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Sambil berseloroh, ia mengaku sedang mengejar “hadiah” dari Presiden apabila pertumbuhan ekonomi bisa melampaui 5,5 persen.

“Saya sendiri belum tahu hadiahnya apa, tapi saya kejar saja,” ucapnya yang disambut tawa peserta forum.

Mesin Fiskal dan Moneter Siap Dipacu

Dalam paparannya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah kini menyiapkan tiga mesin pertumbuhan utama: fiskal, moneter, dan sektor swasta.

Menurutnya, mesin fiskal dan moneter kini sudah bergerak seirama, sehingga fokus berikutnya adalah memperkuat peran sektor swasta.

“Fiskal dan moneter sudah dekat sekali. Jalan kebijakan kami sudah hampir sama. Tinggal mendorong mesin private sector supaya bergerak lebih kencang,” ujarnya.

Ia menilai bahwa percepatan pertumbuhan membutuhkan kombinasi kebijakan makro yang tepat, penguatan konsumsi domestik, dan peningkatan kapasitas industri nasional.

Dengan kombinasi kebijakan itu, target pemerintah untuk mengangkat pertumbuhan nasional menuju 6 persen dinilai cukup realistis.

Proteksi Pasar Domestik dari Barang Ilegal

Salah satu fokus yang ditekankan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa adalah perlindungan pasar domestik dari barang ilegal yang masuk secara tidak resmi.

“Yang ilegal itu kita berantas. Ini yang merusak industri dalam negeri,” tegasnya.

Ia menilai pasar domestik yang besar, sekitar 90 persen dari total ekonomi nasional, harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan produsen lokal, bukan dibiarkan dikuasai produk impor ilegal.

Menurutnya, jika pasar domestik dikuasai pihak asing, maka keuntungan akan lebih banyak mengalir keluar negeri.

Karena itu, pemerintah akan menghapus berbagai hambatan atau bottleneck yang selama ini menghambat daya saing industri nasional.

“Saya ingin industri kita kuat. Kalau pasar besar dikuasai asing, ya kita rugi,” tambahnya.

Ajak Industri dan Pekerja Lokal “Kaya Bersama”

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa juga mengajak pelaku industri untuk membangun kekuatan ekonomi nasional bersama-sama.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, produsen lokal, dan tenaga kerja akan memperkuat struktur ekonomi nasional.

“Ayo kita kaya bersama. Caranya, maksimalkan pasar dalam negeri untuk produsen lokal, dan tingkatkan daya saing industri kita,” katanya.

Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap industri nasional akan diperkuat melalui kebijakan fiskal yang lebih tepat sasaran, penyederhanaan regulasi, serta peningkatan efisiensi produksi.

Target Ambisius: Pertumbuhan 6 Persen

Walau APBN menargetkan pertumbuhan 5,4 persen, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mematok target pribadi di angka 6 persen.

“Kalau tidak tercapai, mungkin saya dipecat,” candanya.

Namun ia percaya bahwa dengan sinergi kebijakan yang tepat, perekonomian nasional dapat tumbuh lebih cepat.

Bahkan ia menyebut bahwa pertumbuhan 6 persen bukan sesuatu yang terlalu sulit apabila mesin fiskal, moneter, dan swasta bergerak dalam satu arah.

Tutup dengan Optimisme

Ia menutup pemaparannya dengan optimisme bahwa Indonesia dapat terus menguatkan fundamental ekonomi.

“Saya ingin kita menjadi lebih pintar dalam memahami teknologi dan tantangan global,” ujar Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.*** 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#pasar domestik #pertumbuhan ekonomi #Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa #fiskal #industri nasional