RADAR TULUNGAGUNG – Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Tulungagung coba dikebut.
Hingga pertengahan Desember lalu, tercatat puluhan gerai di Tulungagung telah memasuki tahap pembangunan fisik dengan standarisasi ukuran yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Tulungagung, Slamet Sunarto, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, terdapat peningkatan jumlah titik yang siap bangun dari data awal yang dirilis portal TNI.
Baca Juga: Mulai Awal 2026, Maksimal 30 Persen DD di Tulungagung Difokuskan untuk Program Koperasi Merah Putih
Jika sebelumnya hanya tercatat 47 unit, kini jumlahnya bertambah menjadi 57 unit gerai yang masuk dalam kategori on progress.
Menurut Slamet, 57 titik tersebut merupakan lokasi yang dinilai paling siap secara teknis, terutama mengenai ketersediaan lahan yang memenuhi kriteria kearifan lokal.
Meskipun dalam Instruksi Presiden (Inpres) disebutkan luas lahan ideal adalah 1.000 meter persegi, namun untuk wilayah Tulungagung disepakati ukuran standar sebesar 20x30 meter.
Baca Juga: Wamendagri Bima Arya Sebut Empat Syarat Strategis untuk Lahan Koperasi Merah Putih, Ini Rinciannya
Slamet menegaskan bahwa pembangunan ini mengusung konsep nol persen. Artinya, pembangunan tidak akan melakukan penggusuran atau perataan bangunan yang masih berfungsi.
Sebaliknya, proyek ini memanfaatkan lahan-lahan yang memang sudah tidak terpakai atau idle, termasuk memanfaatkan aset bekas gedung sekolah dasar (SD).
"Kemarin waktu rakor itu ada beberapa SD khususnya di wilayah selatan. Ada lima (bekas gedung SD) kalau ndak salah," ujarnya.
Terkait sisa desa dan kelurahan yang belum masuk dalam tahap pertama, Slamet menjelaskan bahwa lokasi-lokasi tersebut dikategorikan ke dalam batch kedua.
Hal ini dikarenakan adanya kendala pada pemenuhan syarat luas lahan minimal 20x30 meter sehingga diperlukan pendataan ulang dan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat.
Mengingat status KDKMP sebagai proyek strategis nasional, pihak dinkop UM memastikan proses pendataan dan verifikasi lapangan terus berjalan secara simultan.
Targetnya seluruh progres pembangunan ini dapat rampung tepat waktu sebelum dilakukan peresmian secara masal.
"Dan itu sudah bergerak terus, karena ini mengingat adalah PSN (proyek strategis nasional), sehingga ini harus jadi," tegasnya.
Pihaknya kini tengah menunggu informasi lebih lanjut dari pusat mengenai tindak lanjut atas sisa desa yang tidak memenuhi kriteria ukuran pada gelombang pertama.
Slamet memperkirakan hasil dari pembangunan ini akan segera terlihat dalam waktu dekat seiring dengan rencana agenda besar di tingkat nasional.
"Dan nantinya diperkirakan antara akhir Februari atau awal Maret sudah ada launching dari Pak Presiden," imbuhnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana