Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Krisis Malaise 1930 Ikut Menghancurkan Perekonomian Amerika Serikat, Dampaknya Sangat Mengerikan

Dharaka R. Perdana • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 17:50 WIB

Ilustrasi perekonomian anjlok (Freepik)
Ilustrasi perekonomian anjlok (Freepik)

TULUNGAGUNG – Matinya jalur kereta api Tulungagung-Trenggalek dipicu krisis malaise atau the great depression yang melanda dunia pada awal abad ke-20.

Peristiwa ini merembet hingga Hindia-Belanda, bahkan Tulungagung itu sendiri.

Krisis malaise adalah suatu keadaan yang berdampak pada ekonomi dunia.

Tidak hanya melanda negara-negara berkembang, negara besar yang menggantungkan diri pada industri pun terkena imbas.

Bahkan hal ini membuat perekonomian negara industri pun menjadi berantakan.

Baca Juga: Malaise Berdampak Luar Biasa Hingga Mematikan Jalur Tulungagung-Trenggalek, Pemerintah Hindia Belanda Tak Tinggal Diam

Tidak hanya menurunkan volume perdagangan, peristiwa ini  juga berpengaruh pada masyarakat, pajak, serta pendapatan perusahaan.

Amerika Serikat yang saat itu menjadi negara pertama yang mengalami krisis ekonomi besar-besaran.

Fenomena yang membuat negara adidaya itu menjadi porak-poranda justru terjadi setelah perekonomian meroket pada 1920.

Baca Juga: Ini Biang Kerok Matinya Jalur Kereta Api Tulungagung-Trenggalek, Dampaknya Luar Biasa pada 1930

Pertumbuhan ekonomi yang pesat memicu munculnya spekulasi besar-besaran di pasar saham.

Yakni penurunan harga saham di Amerika Serikat saat September 1929 dan menjadi titik balik terjadinya krisis malaise.

Periode krisis malaise terjadi mulai tahun tersebut dan terus berkelanjutan sampai 1939.

Hingga di 24 Oktober, berbagai perusahaan melakukan penjualan saham secara besar-besaran dalam waktu satu hari. Fenomena ini disebut Black Tuesday atau Selasa Hitam.

Kejadian tersebut membuat masyarakat kehilangan kepercayaan pada pasar saham dan membuat daya beli menurun, investasi menyusut, hingga sektor industri menjadi goyah.

Selain itu juga terjadi pengangguran dan menyebabkan peningkatan kredit terbengkalai, sehingga banyak terjadi penyitaan aset sebagai jaminan.

Baca Juga: Jalur Mati Tulungagung-Campurdarat Sempat Kembali Aktif, Ke Mana Rel dan Railbed-nya Sekarang?

Hal ini juga melumpuhkan sendi ekonomi yang menyerang rakyat dan negara, termasuk bank.

Kondisi semakin parah saat masyarakat menarik simpanan secara besar-besaran atau rush money, baik pada tabungan maupun deposito pada 1930.

Ini dipicu masyarakat telah hilang kepercayaan terhadap bank. Akibatnya aliran kas di bank menjadi kacau.

Baca Juga: Lokasi Bekas Stasiun Trenggalek Bukan di Sekitar Pasar Pon, Ternyata di Dekat Ruas Jalan Protokol Trenggalek

Hingga pada 1933 setengah dari lembaga perbankan menyatakan bangkrut dan tutup. Tentunya krisis malaise menjadi mimpi buruk pada sejarah ekonomi Amerika Serikat dan dunia.

Dibutuhkan waktu kurang lebih sepuluh tahun untuk bangkit dari kondisi tersebut melalui program New Deal yang diasosiasikan Franklin Delano Roosevelt, presiden pengganti Herbert Hoover. ***

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#jalur kereta api #krisis malaise #jalur tulungagung trenggalek #malaise #krisis ekonomi #the great depression