RADAR TULUNGAGUNG – Perekonomian Tulungagung menunjukkan tren menggembirakan. Sepanjang 2025, laju pertumbuhan ekonomi Tulungagung tercatat menembus angka 5,75 persen.
Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam 12 tahun terakhir sekaligus menandai fase percepatan kebangkitan ekonomi pascapandemi.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menyebut, angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan indikator nyata bahwa aktivitas ekonomi masyarakat mulai bergerak semakin kuat.
“Pertumbuhan 5,75 persen ini menunjukkan bahwa Tulungagung mampu bangkit lebih cepat dan semakin kompetitif. Ini hasil kerja bersama semua elemen, mulai pemerintah, pelaku usaha, petani, hingga UMKM,” ujarnya, Jumat (27/3).
Menariknya, capaian tersebut juga menempatkan Tulungagung melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur yang berada di angka 5,33 persen.
Kondisi ini menjadi momentum penting, mengingat dalam lebih dari satu dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Tulungagung cenderung berada di bawah capaian provinsi.
Namun perjalanan menuju capaian tersebut, ungkap bupati, tidaklah mudah. Pada 2020, saat pandemi Covid-19 melanda, ekonomi Tulungagung sempat terkontraksi hingga minus 3,09 persen. Angka ini bahkan lebih dalam dibanding kontraksi Jawa Timur yang berada di minus 2,33 persen.
Memasuki 2021, ekonomi mulai menunjukkan tanda pemulihan dengan pertumbuhan 3,53 persen. Tren positif itu berlanjut secara bertahap hingga mencapai 4,86 persen pada 2024 sebelum akhirnya melonjak signifikan pada 2025.
“Dari kondisi terpuruk, kita belajar memperkuat daya tahan ekonomi. Sekarang hasilnya mulai terlihat dengan pertumbuhan yang semakin solid,” terang Bupati.
Kenaikan sebesar 0,89 persen dibanding tahun sebelumnya dinilai menjadi sinyal bahwa Tulungagung mulai memasuki fase akselerasi pembangunan.
Perputaran ekonomi yang meningkat turut berdampak pada tumbuhnya aktivitas usaha dan meningkatnya optimisme masyarakat.
Menurutnya, penguatan sektor perdagangan, geliat UMKM, pembangunan infrastruktur, serta membaiknya iklim investasi menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan tersebut.
Baca Juga: PKS Wisata Kedaluwarsa, Pemkab Tulungagung Turunkan Target PAD Pariwisata 2026
“Ketika ekonomi tumbuh, berarti ada aktivitas usaha yang bergerak, ada pendapatan masyarakat yang meningkat, dan peluang kerja yang terbuka. Ini yang harus terus kita jaga,” katanya.
Meski demikian, dia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti pada angka semata. Dampaknya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas, terutama di tingkat bawah.
“Pertumbuhan harus berbanding lurus dengan kesejahteraan. Masyarakat harus merasakan manfaatnya, baik dari sisi pendapatan, kesempatan kerja, maupun pembangunan yang merata,” tegasnya. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri