Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

IHSG Anjlok 2,58 Persen Saat Pembukaan Perdagangan, Analis Sebut Indeks Rawan Koreksi ke Level 7.854

Cholifatun Nisak • Minggu, 31 Mei 2026 | 15:09 WIB
IHSG anjlok 2,58 persen saat pembukaan perdagangan Jumat. Analis memperingatkan indeks masih rawan koreksi ke level 7.854.
IHSG anjlok 2,58 persen saat pembukaan perdagangan Jumat. Analis memperingatkan indeks masih rawan koreksi ke level 7.854.

 

RADAR TULUNGAGUNG- IHSG menjadi sorotan pelaku pasar pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung dibuka melemah cukup tajam saat perdagangan di Bursa Efek Indonesia dimulai pada pukul 09.00 WIB.

Berdasarkan data perdagangan pagi, IHSG tercatat terkoreksi 2,16 persen ke level 7.920,5. Tekanan jual yang masih berlangsung membuat pelemahan semakin dalam sehingga indeks bergerak di level 7.894,94 atau turun 2,58 persen beberapa saat setelah pembukaan pasar.

Penurunan IHSG ini terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang cukup tinggi. Nilai transaksi saham pada awal sesi tercatat mencapai Rp1,9 triliun, menunjukkan aktivitas investor yang masih cukup aktif meski pasar bergerak di zona merah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena koreksi yang terjadi cukup signifikan dibandingkan pergerakan indeks pada hari-hari sebelumnya. Fluktuasi harga saham yang tinggi juga terlihat sejak awal perdagangan, menandakan sentimen pasar masih cenderung berhati-hati.

IHSG Dibuka Melemah di Akhir Pekan

Pergerakan IHSG pada perdagangan akhir pekan ini menunjukkan tekanan yang cukup kuat dari sisi penjualan saham. Sejak bel pembukaan dibunyikan, indeks langsung bergerak turun dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan.

Koreksi yang terjadi membuat sebagian investor memilih untuk mencermati arah pasar terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan investasi. Di sisi lain, sejumlah pelaku pasar memanfaatkan pelemahan tersebut untuk mengamati peluang akumulasi pada saham-saham tertentu yang dinilai sudah berada di harga menarik.

Meski demikian, pergerakan indeks masih tergolong fluktuatif. Perubahan posisi indeks dalam waktu singkat menunjukkan pasar sedang mencari keseimbangan baru setelah tekanan jual yang cukup besar terjadi sejak awal sesi perdagangan.

Analis Prediksi IHSG Masih Berpotensi Terkoreksi

Sejumlah analis pasar modal menilai tekanan terhadap IHSG masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Salah satu pandangan datang dari analis teknikal MNC, Herditya Wijaksana.

Menurutnya, IHSG saat ini masih berada dalam kondisi rawan koreksi. Investor diminta mewaspadai potensi pelemahan lanjutan apabila tekanan jual masih mendominasi perdagangan.

Dalam analisis teknikal yang disampaikan, area support IHSG diperkirakan berada di level 7.854. Level tersebut menjadi batas penting yang perlu diperhatikan investor sebagai area penahan penurunan indeks.

Sementara itu, untuk area resistance atau batas atas pergerakan indeks berada di level 8.108. Jika IHSG mampu bergerak menguat dan menembus level tersebut, peluang pemulihan pasar dapat terbuka lebih lebar.

Investor Diminta Cermati Pergerakan Pasar

Koreksi yang terjadi pada IHSG menunjukkan bahwa volatilitas pasar masih cukup tinggi. Dalam kondisi seperti ini, investor disarankan untuk lebih selektif dalam memilih saham dan memperhatikan perkembangan sentimen pasar baik dari dalam maupun luar negeri.

Pergerakan indeks yang fluktuatif sering kali dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga, hingga sentimen terhadap kinerja emiten yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Meski pasar sedang mengalami tekanan, sejumlah analis menilai kondisi tersebut juga dapat membuka peluang bagi investor jangka panjang untuk mencermati saham-saham dengan fundamental kuat yang mengalami penurunan harga.

Dengan perdagangan yang masih berlangsung sepanjang hari, pelaku pasar akan terus memantau apakah IHSG mampu bertahan di atas area support atau justru melanjutkan koreksi yang lebih dalam hingga penutupan perdagangan nanti.

Baca Juga: Hasil FP1 Moto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Hanya P20, Tapi Mugello Diyakini Jadi Arena Kebangkitan Pembalap IndonesiaP

Editor : Cholifatun Nisak
#pergerakan IHSG 2026 #ihsg hari ini #bursa efek indonesia #ihsg #saham indonesia