JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Rekomendasi saham 2 Juli 2026 kembali menjadi perhatian investor setelah IHSG mencatat rebound tipis pada perdagangan Rabu (1/7). Meski berhasil menguat, analis menilai kondisi pasar belum sepenuhnya aman karena indeks masih berada di bawah level resistance penting.
Dalam rekomendasi saham 2 Juli 2026, investor diminta tetap selektif memilih emiten. Sejumlah saham mulai menunjukkan peluang rebound dari area support, sementara sebagian lainnya masih disarankan untuk dihindari hingga muncul konfirmasi penguatan.
Selain mempertimbangkan kondisi teknikal, rekomendasi saham 2 Juli 2026 juga menekankan pentingnya disiplin menerapkan batas kerugian (stop loss) mengingat tren IHSG secara keseluruhan belum sepenuhnya berubah menjadi bullish.
IHSG Rebound, tetapi Belum Keluar dari Tekanan
IHSG memang berhasil ditutup menguat pada perdagangan terakhir. Namun secara teknikal, indeks masih bergerak di bawah level 5.800 yang sebelumnya menjadi area support penting.
Analis menilai pasar baru akan kembali menunjukkan kekuatan apabila IHSG mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut. Selama belum terjadi breakout, investor disarankan tetap berhati-hati terhadap potensi koreksi lanjutan.
Karena itu, strategi yang lebih disarankan adalah fokus pada saham-saham yang telah berada di area support kuat dan mulai menunjukkan sinyal rebound.
ITMG dan UNTR Mulai Menarik
Dari sektor batu bara, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menjadi salah satu pilihan utama.
Harga ITMG saat ini berada sangat dekat dengan area support di kisaran Rp22.000 sehingga dinilai cukup aman untuk mulai dikoleksi secara bertahap. Target kenaikan jangka pendek diproyeksikan menuju level Rp24.800.
Selain ITMG, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) juga mulai menarik perhatian karena bergerak di sekitar area support. Investor yang masuk pada level saat ini disarankan memasang stop loss di kisaran Rp22.600 dengan target awal menuju Rp25.200.
Sementara itu, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) masih bergerak dalam pola sideways. Pergerakan harga diperkirakan masih berada pada rentang Rp7.600 hingga Rp7.950 sehingga investor disarankan menunggu hingga harga keluar dari fase konsolidasi.
Adapun PT Bukit Asam Tbk (PTBA) masih dinilai berada dalam tren turun sehingga belum direkomendasikan untuk dikoleksi.
Harum Beri Sinyal Positif
Saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) mulai menunjukkan sinyal yang lebih baik.
Analis menilai harga masih mampu bertahan di atas area support sehingga saham ini mulai layak dipertimbangkan. Namun investor tetap diminta menerapkan stop loss di level Rp895 untuk mengantisipasi perubahan arah tren.
Di sisi lain, saham BUMI masih belum memberikan sinyal beli yang valid. Meski harga sudah berada dekat area support, konfirmasi breakout di atas resistance masih diperlukan sebelum saham tersebut dinilai layak dikoleksi.
RATU dan PGEO Layak Dipantau
Pada sektor energi, saham RATU menjadi salah satu emiten yang mulai menarik perhatian.
Harga RATU dinilai telah berhasil memantul dari area support sehingga membuka peluang kenaikan lanjutan. Target jangka pendek diperkirakan berada di kisaran Rp6.300 apabila momentum penguatan terus berlanjut.
Sementara itu, saham RAJA masih tertahan di area resistance sekitar Rp4.150. Selama belum mampu menembus level tersebut, pergerakan harga diperkirakan masih cenderung sideways sehingga investor disarankan menunggu konfirmasi lebih lanjut.
PGEO juga mulai menunjukkan sinyal positif setelah bergerak naik dari area support. Saham ini dinilai layak dikoleksi dengan stop loss di level Rp780 dan target kenaikan menuju Rp980.
ELSA Masuk Daftar Saham Potensial
Selain PGEO, saham PT Elnusa Tbk (ELSA) juga mulai masuk radar pengamatan.
Harga ELSA saat ini berada di area support dan mulai memperlihatkan sinyal awal pembalikan arah. Apabila dalam beberapa hari ke depan momentum penguatan berlanjut, target kenaikan diperkirakan berada di sekitar level Rp600.
Sebaliknya, saham AKRA, ENRG, dan PGAS masih belum menunjukkan sinyal teknikal yang cukup kuat. Ketiga saham tersebut masih bergerak dalam fase konsolidasi atau tren turun sehingga lebih disarankan masuk dalam daftar pantauan dibandingkan langsung dikoleksi.
Dengan kondisi IHSG yang belum sepenuhnya pulih, investor kembali diingatkan untuk tetap mengutamakan manajemen risiko dan hanya melakukan transaksi pada saham yang telah memberikan konfirmasi penguatan.
Editor : Gita Dwi Nuraini