Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nggowes dan Filosofinya

S
Penulis: Soenarwoto❯
Direktur Radar Tulungagung Aris Sudanang membagikan filosofi nggowes. Menurutnya, jalan menanjak dan menurun mencerminkan perjalanan hidup.(Ilustrasi AI)
Direktur Radar Tulungagung Aris Sudanang membagikan filosofi nggowes. Menurutnya, jalan menanjak dan menurun mencerminkan perjalanan hidup.(Ilustrasi AI)

Advertisement

TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - DI bawah sinar bulan purnama yang sedang menampakkan pesonanya, kemarin malam saya ngopi bareng dengan Aris Sudanang di Lawasan, sebuah warung "fenomena" di Tulungagung.

Fenomena lantaran warung ini berdiri dua omah limasan kuno artistik dengan "outdoor" jembar yang bikin hati jadi lapang,.

Pun dihiasi pepohonan rindang meneduhkan, dan sesekali terdengar derai suara kereta api lewat amat mengasyikkan.

Advertisement

Kiranya itulah saya suka nongkrong di Waroeng Lawasan. Menu-menunya amat enak di lidah dan harganya tak bikin dompet jadi bedah. Murah.

Malam itu saya nongkrong bareng dengan Aris Sudanang, teman lama yang kini sebagai Direktur Radar Tulungagung (Jawa Pos). Malam itu kami berdua selain membincang perihal kekinian, juga kerap bercanda. Bercanda apa saja yang bisa kita candai. Termasuk mencandai diri sendiri. Hehe..

"Bos Aris semakin tua, terliat kian seksi saja. Kian langsing dan atletis," puji saya kepada Aris. Pujian ini amat beralasan, sebab dulu muda semasih sebagai wartawan debutan alias anyaran, Aris berbadan tambun. Gemuk glinuk-glinuk.

Advertisement

Mendengar candaan saya ini Aris tertawa ngakak. "Cak Wot ini ada-ada saja. "Seksi" itu maksutnya sekarang umur sudah "seket siji" lebih. Iya memang, umur saya sudah hampir enam puluh sih. "Seket siji" lebih, wis tuo Cak," kata Aris bercanda pula.

Kami berdua pun sama-sama tersenyum. "Meski sudah tua, Bos Aris masih terlihat muda. Selain terlihat seksi, tampak bugar. Ini pasti berkat suka puasa dan nggowes (bersepeda)," ujar saya.

"Hahaha..., kalau puasa tidak Cak. Tapi berkat nggowes mungkin. Belasan tahun saya nggowes, selain sebagai ajang untuk badan sehat, juga bisa untuk berkumpul dengan teman-teman penyuka nggowes," kata Aris bernas.

Nggowes, sambung Aris, baginya tak sekadar hobi. Pun tak sekadar untuk badan sehat, mencari angin segar, dan melihat-lihat pesona alam. Tapi lebih dari sekadar itu, nggowes memiliki filosofi yang tinggi dalam hidup ini. "Itu yang saya suka dari nggowes. Bisa mencipta kesegaran jasmani dan ruhani. Pokoknya, nggowes itu lengkap manfaatnya," kata Aris Sudanang dengan meyakinkan.

Advertisement

Artikel Terkait

Wajah "Kebinatangan" Haji Kita

Wajah "Kebinatangan" Haji Kita

Penulisan Kasus korupsi Haji 2024 menjadi refleksi tentang niat ibadah, sifat kebinatangan manusia, dan makna haji yang seharusnya karena Allah.

Kopi "Londo" Ireng

Kopi "Londo" Ireng

Londo Ireng menjadi bahan sindiran wartawan senior Soenarwoto. Lewat tulisan “Kopi Londo Ireng”, ia meracik kritik politik dengan humor.

Bernostalgia 'Mlonco' Wartawan 'Culun'

Bernostalgia 'Mlonco' Wartawan 'Culun'

Nostalgia wartawan senior di Tulungagung. Kisah lucu "mlonco" wartawan culun, dunia redaksi, dan persahabatan yang penuh makna.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer