Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

OJK Perkuat Literasi Pasar Modal Syariah di Universitas Darussalam Gontor

Rahmat Nur Yahya • Senin, 6 Juli 2026 | 12:23 WIB
Kuliah Umum Pasar Modal Syariah di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (3/7/2026).
Kuliah Umum Pasar Modal Syariah di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (3/7/2026).

 

PONOROGO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi Pasar Modal Syariah di kalangan generasi muda melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Pasar Modal Syariah di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (3/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas basis investor domestik sekaligus mencetak investor yang cerdas, bijak, dan memahami risiko investasi.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan tren positif.

Hingga pertengahan Mei 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai sekitar 28,1 juta investor. Dari jumlah tersebut, lebih dari 54 persen merupakan investor berusia di bawah 30 tahun.

Sementara itu, Provinsi Jawa Timur mencatat sekitar 3,1 juta investor pasar modal, menjadikannya provinsi dengan jumlah investor terbesar ketiga di Indonesia setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Baca Juga: OJK Bali Beberkan Kunci Sukses Pariwisata dan UMKM, Jadi Inspirasi Daerah dalam Media Gathering OJK Kediri 2026

Hasan menegaskan, peningkatan jumlah investor harus diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai investasi, termasuk investasi berbasis syariah.

“Investasi saham bukanlah praktik perjudian. Saham merupakan instrumen investasi yang sah dan, dalam konteks syariah, telah memperoleh legitimasi melalui berbagai fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Selain itu, pasar modal syariah juga didukung oleh Sharia Online Trading System (SOTS) yang memastikan transaksi dilakukan sesuai prinsip syariah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Hasan juga mengapresiasi pembukaan rekening efek bagi mahasiswa Universitas Darussalam Gontor.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi awal yang baik bagi mahasiswa untuk mulai berinvestasi secara legal, bertahap, dan sesuai prinsip syariah, sekaligus mendukung perluasan basis investor domestik.

Namun demikian, Hasan mengingatkan mahasiswa agar tidak terburu-buru berinvestasi hanya karena mengikuti tren.

Ia menekankan pentingnya memahami karakteristik dan risiko setiap instrumen investasi sebelum mengambil keputusan.

“Jangan karena sudah memiliki rekening efek kemudian langsung berinvestasi tanpa memahami risikonya. Teruslah belajar dan selalu pegang prinsip 2L, yakni Legal dan Logis,” pesannya.

Baca Juga: OJK Dorong BPR dan BPRS Semakin Berintegritas, Tangguh, dan Kontributif Dukung UMKM

Sementara itu, Rektor Universitas Darussalam Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi, menyambut baik penyelenggaraan kuliah umum tersebut.

Menurutnya, edukasi mengenai investasi sangat penting agar mahasiswa mampu mengelola keuangan secara bijak dan tidak mudah menjadi korban penipuan berkedok investasi.

“Sekarang orang harus mampu mengelola uangnya dengan baik di tengah dunia yang penuh tipu daya, penipuan, dan kesalahpahaman. Saya berharap mahasiswa tidak mudah tertipu karena kurang memahami ilmu investasi, khususnya investasi secara online. Karena itu, kegiatan ini sangat penting bagi kalian semua,” tuturnya.

Kuliah umum ini merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Jawa Timur.

Selain di Universitas Darussalam Gontor, OJK juga menggelar sosialisasi pasar modal di lingkungan Pemerintah Kota Kediri yang disertai pencanangan pembukaan Galeri Investasi bagi ASN, talkshow pasar modal di Radio Andika Kediri untuk meningkatkan literasi dan perlindungan investor, serta sosialisasi perdagangan karbon di Bursa Karbon bagi lembaga jasa keuangan dan pelaku industri di Kota Madiun.

Melalui rangkaian SEPMT 2026, OJK berharap literasi dan inklusi pasar modal terus meningkat, sehingga semakin banyak masyarakat yang menjadi investor domestik yang cerdas, sekaligus memahami perkembangan instrumen investasi syariah dan perdagangan karbon di Indonesia.(*)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#universitas darussalam gontor #literasi pasar modal #ojk #literasi keuangan