JAKARTA - Saham DSSA menjadi salah satu emiten yang paling banyak dibeli investor asing pada perdagangan 22 Juli 2026. Dalam analisis teknikal terbaru, saham DSSA disebut berhasil breakout dari area resistance sebelumnya dan ditutup di level 9.040 dengan volatilitas yang tinggi.
Pembahasan mengenai saham DSSA disampaikan dalam video Rekomendasi & Technical Analysis 22 Juli 2026 | IHSG, XAUUSD, BTC, TPIA, DSSA, CUAN, BUMI, Big Banks. Analis menempatkan DSSA sebagai salah satu saham paling likuid dan paling aktif diperdagangkan pada hari tersebut.
Selain DSSA, saham yang juga banyak dibeli asing meliputi TPIA serta bank-bank besar seperti BBRI dan BMRI. Sementara saham yang disebut banyak dilepas asing antara lain ASII dan BUMI.
IHSG Menguat 1,74 Persen
Sebelum membahas DSSA, analis lebih dulu menyoroti kondisi pasar secara umum. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,74 persen ke level 6.340.
Kenaikan tersebut membuat IHSG mendekati area resistance kuat di 6.340-6.380. Menurut analisis, jika indeks gagal menembus area tersebut, potensi koreksi masih terbuka dengan support di kisaran 6.310.
Namun, apabila IHSG berhasil breakout disertai volume transaksi yang baik, tren bullish disebut berpeluang berlanjut.
Penguatan Rupiah Jadi Sentimen Positif
Faktor lain yang dinilai mendukung penguatan pasar adalah nilai tukar rupiah. Dalam pembahasan disebutkan bahwa rupiah menguat ke level 17.875 per 21 Juli 2026.
Penguatan mata uang domestik itu dianggap menjadi salah satu pendorong kenaikan IHSG dan meningkatkan sentimen positif di pasar saham.
Bursa Asia Bergerak Kompak Menghijau
Analis juga membandingkan pergerakan indeks di kawasan Asia. Indeks Nikkei, Kospi, dan CSI disebut bergerak kompak di zona hijau.
IHSG ikut menguat sejalan dengan sentimen regional tersebut. Meski demikian, area resistance indeks tetap disebut perlu diwaspadai karena berpotensi memicu aksi ambil untung.
DSSA Masuk Daftar Saham Paling Banyak Dibeli Asing
Pada sesi perdagangan 22 Juli 2026, DSSA masuk dalam daftar saham yang paling banyak dibeli investor asing.
Status sebagai salah satu saham paling likuid menunjukkan tingginya aktivitas transaksi dan minat pelaku pasar terhadap emiten tersebut.
Menurut analisis, arus dana asing menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan trader jangka pendek.
Breakout dari Resistance Sebelumnya
Secara teknikal, DSSA disebut telah berhasil menembus resistance sebelumnya. Saham ini kemudian ditutup di level 9.040.
Breakout tersebut dianggap sebagai sinyal penting karena menunjukkan harga mampu keluar dari area tekanan jual yang sebelumnya menahan pergerakan.
Namun, analis menekankan bahwa volatilitas DSSA masih sangat tinggi sehingga pergerakannya dapat berlangsung cepat dalam dua arah.
Area Support Dipantau di 8.890-8.900
Setelah breakout, area yang paling diperhatikan adalah support terdekat di kisaran 8.890-8.900.
Level tersebut dianggap sebagai area penting untuk menjaga momentum kenaikan jangka pendek.
Jika harga tetap bertahan di atas support tersebut, struktur teknikal bullish disebut masih terjaga. Sebaliknya, penembusan ke bawah area itu berpotensi memicu tekanan jual lanjutan.
Aktivitas Scalping Sangat Dominan
Analis menyebut perdagangan DSSA pada hari itu didominasi aktivitas scalping. Artinya, banyak pelaku pasar memanfaatkan pergerakan harga jangka sangat pendek.
Karakter seperti ini biasanya membuat pergerakan intraday menjadi lebih agresif dan cepat berubah arah.
Karena itu, trader yang masuk ke saham dengan volatilitas tinggi disebut perlu memperhatikan manajemen risiko secara ketat.
Asing Masih Melakukan Akumulasi
Selain aktivitas scalping, DSSA juga disebut menunjukkan indikasi akumulasi oleh investor asing.
Akumulasi berarti terdapat penyerapan saham secara bertahap oleh pelaku pasar besar.
Dalam analisis, kombinasi antara breakout dan akumulasi asing menjadi salah satu alasan mengapa DSSA masih menarik untuk dipantau oleh trader teknikal.
TPIA dan DSSA Jadi Sorotan Pasar
Dari seluruh saham yang dibahas, TPIA dan DSSA menjadi dua emiten yang paling menonjol dari sisi transaksi asing.
TPIA disebut berhasil breakout di atas level 2.200 dan bergerak mendekati 2.300.
Sementara DSSA bergerak lebih agresif dengan penutupan di 9.040 dan volatilitas yang lebih tinggi.
Baca Juga: Seleksi PPG Calon Guru 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat, Jadwal Pendaftaran, dan Tahapan Seleksinya
Perbandingan dengan Saham Lain
Analis juga membahas beberapa saham lain untuk memberikan gambaran kondisi pasar.
CUAN naik 9,70 persen ke level 735 dan mendekati resistance 760. Jika resistance itu ditembus, potensi target swing berikutnya berada di 860.
BNBR disebut mampu bertahan di atas support 101 dengan target kenaikan di 120, sedangkan risiko mulai meningkat jika harga turun di bawah 100.
BUMI dan DEWA Ikut Menguat
BUMI tercatat naik 5 persen ke level 168 setelah menguji support 160. Target harga terdekat disebut berada di kisaran 179-180.
DEWA bahkan melonjak 10 persen ke level 440 dengan pola teknikal yang dinilai cukup baik dan potensi target di area 480-490.
Kenaikan saham-saham tersebut menunjukkan adanya minat terhadap emiten yang bergerak agresif secara teknikal.
Big Banks Masih Tertahan Resistance
Untuk saham perbankan besar, pergerakannya dinilai belum seagresif DSSA.
BBCA masih tertahan di area resistance 6.525-6.550. Jika gagal breakout, saham ini disebut rawan mengikuti koreksi IHSG dengan support dalam di 6.200.
BBRI menguji resistance 3.070 dan berpeluang menuju 3.260 jika berhasil menembus area tersebut.
Sementara BMRI tertahan di resistance 4.510 dengan support di 4.310.
Fokus Utama Tetap pada DSSA
Di antara seluruh saham yang dibahas, DSSA mendapat perhatian khusus karena kombinasi beberapa faktor sekaligus.
Pertama, saham ini masuk daftar pembelian asing terbesar. Kedua, DSSA berhasil breakout dari resistance penting.
Ketiga, terdapat indikasi akumulasi asing di tengah volatilitas yang tinggi.
Kombinasi faktor tersebut membuat DSSA menjadi salah satu saham yang paling aktif dipantau trader pada perdagangan 22 Juli 2026.
Risiko Tetap Perlu Diperhatikan
Meski struktur teknikal disebut membaik, analis tidak memberikan rekomendasi beli atau jual secara mutlak.
Pada pembukaan video ditegaskan bahwa analisis hanya bersifat referensi dan keputusan transaksi tetap berada di tangan masing-masing investor.
Hal itu penting karena saham dengan volatilitas tinggi seperti DSSA dapat bergerak cepat dan dipengaruhi sentimen pasar harian.
Penutup
Secara keseluruhan, saham DSSA menunjukkan penguatan teknikal setelah berhasil breakout dan ditutup di level 9.040 pada perdagangan 22 Juli 2026.
Area support utama dipantau di kisaran 8.890-8.900, sementara aktivitas transaksi masih didominasi scalping dan akumulasi asing.
Di tengah penguatan IHSG dan sentimen positif dari penguatan rupiah serta bursa Asia yang menghijau, DSSA menjadi salah satu emiten yang paling aktif diperdagangkan dan paling banyak menyedot perhatian pelaku pasar pada hari tersebut.
Editor : Davina Ar RaafikaSumber : Yt Investzone ID