TULUNGAGUNG - Wisata Desa Industri Ngunut di Kabupaten Tulungagung tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri, tetapi juga memiliki destinasi kuliner dan rekreasi bernama Balong Kawuk di Desa Sumberejo Kulon. Tempat ini dikelola BUMDes dan menjadi salah satu potensi unggulan desa untuk mendorong ekonomi masyarakat serta menambah Pendapatan Asli Desa (PADes).
Balong Kawuk berada di tengah area persawahan di Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Lokasinya diminati warga untuk bersantai, bermain air, memancing, hingga menikmati wisata kuliner dengan suasana pedesaan yang tenang.
Dalam video ADV_040222 - Mengulik Potensi Desa Sumberejo Kulon Kec Ngunut Kab Tulungagung Seg 3/3, pengelola menjelaskan bahwa destinasi ini dikembangkan dari area yang semula dibersihkan dan dinormalisasi drainasenya, kemudian tumbuh menjadi pusat aktivitas kuliner masyarakat.
Berawal dari Bersih-Bersih Area Mbah Kawok
Sejarah Balong Kawuk bermula dari kegiatan bersih-bersih kawasan sebagai bentuk penghormatan kepada Mbah Kawok, tokoh yang dikenal membabat alas di daerah tersebut.
Pada tahun 2016, pemerintah desa juga melakukan normalisasi saluran drainase pertanian yang kondisinya dinilai kurang baik.
Setelah area mulai ramai dikunjungi warga, muncul aktivitas masyarakat yang berjualan di sekitar lokasi. Pemerintah desa kemudian melihat adanya potensi ekonomi dan memutuskan menyerahkan pengelolaannya kepada warga melalui BUMDes.
Dikembangkan Menjadi Pusat Wisata Kuliner
Konsep utama yang dipilih adalah wisata kuliner berbasis ruang terbuka. Pengelola menyebut Balong Kawuk diarahkan menjadi pusat wisata kuliner di Tulungagung.
Pendekatan ini memanfaatkan suasana sawah, aliran air, dan ruang publik desa sebagai daya tarik utama bagi pengunjung.
Dengan konsep tersebut, aktivitas ekonomi masyarakat dapat tumbuh bersamaan dengan meningkatnya jumlah kunjungan warga.
Dikelola BUMDes Sumber Mulyo
Pengelolaan Balong Kawuk berada di bawah BUMDes Sumber Mulyo milik Desa Sumberejo Kulon.
BUMDes disebut terus melakukan inovasi untuk meningkatkan perekonomian desa, memberdayakan masyarakat lokal, dan menambah PADes.
Model pengelolaan ini menempatkan warga sebagai bagian penting dalam operasional kawasan wisata.
Wahana Air untuk Anak Jadi Daya Tarik Keluarga
Salah satu fasilitas yang tersedia adalah wahana permainan air untuk anak-anak.
Pengunjung juga dapat menyewa perahu kecil untuk aktivitas boat racing di area yang telah disiapkan.
Fasilitas tersebut membuat Balong Kawuk tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga lokasi rekreasi keluarga.
Sungai Kecil Dimanfaatkan untuk Memancing
Di kawasan wisata terdapat aliran sungai kecil yang dimanfaatkan pengunjung untuk memancing.
Aktivitas memancing menjadi salah satu kegiatan yang cukup diminati, terutama pada akhir pekan.
Pengelola bahkan mengadakan kegiatan rutin memancing bersama setiap Minggu pagi.
Permainan Tradisional Masih Dipertahankan
Selain wahana air, tersedia pula permainan anak seperti andong-andongan.
Keberadaan permainan tersebut memberi nuansa rekreasi sederhana khas pedesaan yang berbeda dari taman hiburan modern.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep wisata keluarga yang santai dan terjangkau.
Area Ngopi dan Food Truck di Bagian Belakang
Bagian belakang kawasan dimanfaatkan sebagai area ngopi dan food truck.
Pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman sambil melihat suasana persawahan di sekitarnya.
Konsep ruang terbuka menjadi salah satu alasan tempat ini dipilih warga untuk bersantai setelah beraktivitas.
Parkir Gratis dengan Pengawasan Resmi Desa
Salah satu kebijakan yang cukup disorot adalah parkir gratis.
Pengelola menegaskan bahwa pengunjung tidak dipungut biaya parkir, meskipun area tetap dijaga oleh petugas resmi desa.
Dalam penjelasan video disebutkan bahwa petugas tidak diperbolehkan menerima pemberian dalam bentuk apa pun dari pengunjung.
Konsep Angkringan dengan Harga Terjangkau
Kuliner di Balong Kawuk dikemas dengan konsep angkringan sederhana.
Harga makanan dan minuman disebut dibuat terjangkau agar dapat dinikmati berbagai kalangan masyarakat.
Suasana yang nyaman dan tidak terlalu formal menjadi bagian dari pengalaman yang ingin ditawarkan pengelola.
Waktu Terbaik Berkunjung Mulai Sore Hari
Menurut pengelola, jam operasional yang paling efektif dimulai sekitar pukul 16.00 WIB.
Pada waktu tersebut, pemandangan dinilai lebih bagus dan udara tidak terlalu panas.
Suasana kemudian menjadi lebih ramai pada malam hari dan dapat berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 atau 23.00 WIB.
Malam Hari Jadi Momen Paling Hidup
Pengelola menyebut suasana malam di Balong Kawuk jauh lebih hidup dibanding siang hari.
Lampu kawasan kuliner, aktivitas pengunjung, dan udara yang lebih sejuk membuat banyak warga memilih datang setelah sore.
Karena itu, destinasi ini berkembang sebagai tempat nongkrong dan rekreasi malam di wilayah Ngunut.
BUMDes Kelola Berbagai Unit Usaha
Selain pariwisata, BUMDes Sumber Mulyo juga mengelola beberapa unit usaha lain.
Unit tersebut meliputi layanan internet desa atau WiFi, toko, serta layanan PPOB (Payment Point Online Bank).
Melalui PPOB, masyarakat dapat melakukan pembayaran listrik, BPJS, dan berbagai tagihan lainnya.
Pariwisata Menjadi Bagian dari Ekosistem Ekonomi Desa
Keberadaan Balong Kawuk tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem usaha desa yang dikelola BUMDes.
Pendapatan dari sektor wisata diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi lain yang dijalankan oleh desa.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pariwisata diposisikan sebagai alat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat hiburan.
Rencana Pengembangan Food Truck dan Fun Resto
Pemerintah desa dan BUMDes masih menyiapkan pengembangan lanjutan untuk kawasan Balong Kawuk.
Salah satu fokusnya adalah mengoptimalkan area food truck di samping area parkir agar aktivitas kuliner semakin ramai.
Selain itu, sedang dipersiapkan pembangunan Fun Resto dan ruang meeting.
Diproyeksikan Jadi Fasilitas Pertemuan di Wilayah Ngunut
Ruang meeting yang direncanakan diproyeksikan menjadi fasilitas pertemuan pertama di wilayah Ngunut.
Pada saat video dibuat, bangunan tersebut masih berada dalam tahap persiapan operasional.
Pengembangan ini menunjukkan upaya desa untuk memperluas fungsi kawasan, tidak hanya sebagai tempat makan dan rekreasi, tetapi juga sebagai lokasi kegiatan pertemuan.
Melengkapi Identitas Wisata Desa Industri Ngunut
Kehadiran Balong Kawuk melengkapi identitas Ngunut yang selama ini dikenal sebagai kawasan industri.
Jika sektor industri menjadi penggerak ekonomi produksi, maka Balong Kawuk menjadi ruang rekreasi dan kuliner yang menggerakkan ekonomi jasa masyarakat.
Keduanya menunjukkan bagaimana desa-desa di Kecamatan Ngunut memanfaatkan potensi lokal untuk menciptakan sumber pendapatan yang beragam.
Penutup
Secara keseluruhan, Wisata Desa Industri Ngunut di Kabupaten Tulungagung memiliki daya tarik tambahan melalui Balong Kawuk di Desa Sumberejo Kulon.
Destinasi ini menawarkan kombinasi kuliner sawah, area ngopi, food truck, wahana air anak, aktivitas memancing, dan suasana malam yang ramai dengan konsep angkringan sederhana dan harga terjangkau.
Dikelola oleh BUMDes Sumber Mulyo, Balong Kawuk dikembangkan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan Pendapatan Asli Desa, sekaligus menjadi contoh pengembangan wisata desa berbasis partisipasi warga di wilayah Ngunut, Tulungagung.
Editor : Davina Ar RaafikaSumber : Yt JTV BIRO KEDIRI