Saham MLPT Melonjak, MLPL Disebut Jadi Proxy Utama dan Berpotensi Ikut Diuntungkan

Davina Ar Raafika • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 18:15 WIB
Saham MLPT yang melonjak disebut memberi sentimen positif ke MLPL. Sebagai holding, MLPL dianggap menjadi proxy utama dan berpotensi ikut diuntungkan. (Google)
Saham MLPT yang melonjak disebut memberi sentimen positif ke MLPL. Sebagai holding, MLPL dianggap menjadi proxy utama dan berpotensi ikut diuntungkan. (Google)

JAKARTA - Saham MLPT milik PT Multipolar Technology Tbk kembali menjadi sorotan pasar setelah kenaikan harganya disebut sangat signifikan dan memunculkan sentimen positif terhadap induk usahanya, PT Multipolar Tbk (MLPL). Dalam analisis terbaru, MLPL disebut berperan sebagai proxy MLPT karena portofolionya diuntungkan langsung ketika harga saham MLPT mengalami lonjakan.

Pembahasan tersebut disampaikan dalam video analisis di kanal YouTube Maybank Sekuritas berjudul MLPL jadi Proxy MLPT? Ini Alasan Mengapa Sahamnya Bisa Meroket!. Video menyoroti hubungan antara MLPL sebagai perusahaan holding dan MLPT sebagai anak usaha teknologi yang menjadi sumber sentimen utama.

Analis menjelaskan bahwa tesis investasi mengenai MLPL telah dibahas sejak 7 Februari dan diperbarui secara berkala hingga Juli, 8 Agustus, dan 16 September. Menurutnya, tesis tersebut masih konsisten hingga saat ini.

MLPL Disebut Menjadi Proxy Saham MLPT

Dalam analisis tersebut, MLPL diposisikan sebagai proxy dari MLPT.

Artinya, ketika saham MLPT mengalami kenaikan atau mendapat sentimen positif, MLPL berpotensi ikut terdorong karena memiliki eksposur terhadap anak usahanya tersebut.

Sebagai perusahaan holding, nilai portofolio MLPL disebut diuntungkan secara langsung dari lonjakan harga saham MLPT yang sangat signifikan.

Mengapa Kenaikan MLPT Penting bagi MLPL?

Hubungan induk dan anak usaha menjadi alasan utama.

Ketika valuasi pasar terhadap MLPT meningkat, hal itu dapat memberi dampak positif terhadap persepsi investor terhadap MLPL sebagai pemegang kepentingan di dalam grup.

Karena itu, pergerakan MLPT tidak hanya diperhatikan investor saham teknologi, tetapi juga investor yang memantau saham holding seperti MLPL.

Tesis Investasi Dinilai Masih Konsisten

Analis menyebut pembahasan mengenai MLPL telah dilakukan sejak awal Februari.

Pembaruan analisis dilakukan beberapa kali, termasuk pada Juli, 8 Agustus, dan 16 September.

Meski pasar mengalami berbagai perubahan, tesis utama mengenai hubungan MLPL dan MLPT disebut masih tetap sama.

Tidak Hanya Bergantung pada MLPT

Selain faktor MLPT, MLPL juga disebut mendapat dukungan dari pemulihan kinerja beberapa anak usahanya.

Dalam video, kondisi ini disebut sebagai turnaround story.

Artinya, beberapa entitas di bawah grup mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan setelah mengalami tekanan dalam beberapa tahun sebelumnya.

LPPF Masuk dalam Daftar Pemulihan

Salah satu anak usaha yang disorot adalah LPPF atau Matahari Department Store.

Perusahaan ini disebut memiliki berbagai brand, termasuk SUPO.

Pemulihan kinerja LPPF dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat memberi kontribusi positif terhadap sentimen grup secara keseluruhan.

Baca Juga: Kasus HIV/AIDS di Tulungagung Bergeser ke Remaja, 630 Usia Sekolah Terdiagnosis Sejak 2006, KPAD Minta Edukasi Diperkuat

MPPA Juga Menunjukkan Tanda Perbaikan

Anak usaha lain yang dibahas adalah MPPA atau Matahari Putra Prima.

Menurut analisis, tren penurunan pendapatan MPPA dalam beberapa tahun terakhir mulai tertahan.

Kondisi tersebut dianggap sebagai indikasi awal bahwa perusahaan sedang menuju proses turnaround.

Kenaikan Saham MPPA Ikut Berdampak ke MLPL

Video juga menyebut bahwa saham MPPA sempat mengalami kenaikan yang cukup kencang.

Pergerakan tersebut pada akhirnya disebut memberi dampak positif terhadap induknya, yaitu MLPL.

Dengan demikian, MLPL dipandang memiliki beberapa sumber sentimen, bukan hanya dari MLPT.

Fokus Utama Tetap pada Saham MLPT

Meski ada faktor lain, MLPT tetap menjadi pusat perhatian.

Analis menyebut saham MLPT terus mencatatkan kenaikan yang sangat signifikan.

Kenaikan yang tajam itu menjadi pemicu utama mengapa investor mulai melirik MLPL sebagai proxy.

Kenaikan Tajam Belum Tentu Diikuti Likuiditas

Dalam pembahasan, analis mengingatkan bahwa lonjakan harga yang sangat cepat pada suatu saham belum tentu langsung diikuti likuiditas dan partisipasi pasar yang memadai.

Pada tahap awal, saham yang naik ekstrem sering kali masih memiliki keterbatasan dari sisi perdagangan.

Karena itu, emiten biasanya dapat melakukan aksi korporasi untuk meningkatkan likuiditas.

Stock Split Jadi Salah Satu Skenario

Aksi korporasi yang disebut dalam video adalah stock split.

Stock split dinilai dapat membuat saham menjadi lebih likuid dan lebih menarik bagi pasar karena harga per lembar menjadi lebih terjangkau.

Dalam konteks MLPT, skenario tersebut disebut sebagai salah satu kemungkinan yang dapat mendukung peningkatan partisipasi investor.

Jika Skenario Berjalan, MLPL Diuntungkan

Analis menilai bahwa apabila skenario tersebut berjalan sesuai rencana atau on track, MLPL menjadi salah satu pihak utama yang diuntungkan.

Hal itu karena posisi MLPL sebagai holding membuatnya memiliki keterkaitan langsung dengan perkembangan MLPT.

Semakin kuat sentimen terhadap MLPT, semakin besar potensi perhatian pasar terhadap MLPL.

Risiko Tetap Sangat Tinggi

Di balik potensi tersebut, video juga memberikan peringatan yang cukup tegas.

Investor diingatkan bahwa profil risiko MLPL tidak cocok untuk semua orang.

Alasannya adalah tingkat volatilitas saham yang disebut sangat signifikan.

Volatilitas Bisa Memicu Pergerakan Ekstrem

Saham dengan volatilitas tinggi dapat mengalami kenaikan maupun penurunan dalam waktu relatif singkat.

Karena itu, investor perlu memahami bahwa potensi keuntungan yang besar biasanya disertai risiko pergerakan harga yang juga besar.

Peringatan ini disampaikan agar investor tidak hanya melihat sisi potensi kenaikan.

Baca Juga: Ranu Gumbolo Tulungagung Masih Jadi Favorit Camping, Tiket Masuk Rp10 Ribu dengan Suasana Hutan Pinus

Koreksi Pasar Masih Dianggap Wajar

Secara keseluruhan, analis menyebut pergerakan dan proyeksi MLPL masih berada di jalur yang diharapkan atau on track.

Jika terjadi koreksi pasar, koreksi tersebut masih dipandang sebagai koreksi yang wajar atau sehat.

Artinya, penurunan harga jangka pendek belum tentu langsung mengubah tesis investasi utama selama faktor-faktor pendukung masih dianggap berjalan sesuai ekspektasi.

Mengapa Investor Memantau MLPL Saat MLPT Menguat?

Fenomena ini umum terjadi pada saham holding.

Ketika anak usaha utama mengalami kenaikan tajam, investor sering mencari alternatif eksposur melalui induk perusahaan.

Dalam kasus ini, MLPL dipantau karena dianggap sebagai kendaraan untuk memperoleh eksposur terhadap sentimen positif MLPT.

Sentimen Grup Jadi Faktor Penting

Analisis menunjukkan bahwa pasar tidak hanya melihat satu emiten secara terpisah.

Pergerakan MLPT dapat memengaruhi persepsi terhadap seluruh grup Multipolar, terutama ketika kenaikannya berlangsung sangat signifikan.

Karena itu, investor mulai menghubungkan potensi MLPT dengan valuasi MLPL sebagai holding.

Penutup

Secara keseluruhan, saham MLPT menjadi katalis utama yang mendorong perhatian pasar terhadap PT Multipolar Tbk (MLPL).

MLPL disebut bertindak sebagai proxy MLPT karena sebagai perusahaan holding, portofolionya diuntungkan langsung ketika saham MLPT mengalami lonjakan harga yang sangat signifikan.

Selain faktor MLPT, pemulihan kinerja anak usaha seperti LPPF dan MPPA juga disebut mendukung sentimen terhadap MLPL. Namun, investor tetap diingatkan bahwa volatilitas saham MLPL sangat tinggi sehingga tidak cocok untuk semua profil risiko.

Menurut analisis Maybank Sekuritas, selama skenario utama masih berjalan sesuai rencana, pergerakan MLPL dinilai masih on track, sementara koreksi pasar jangka pendek masih dianggap sebagai bagian dari koreksi yang wajar dan sehat.

Editor : Davina Ar Raafika
Sumber : Yt Maybank Sekuritas
saham MLPT saham MLPL proxy MLPT stock split MLPT analisis MLPL Maybank Sekuritas