Berawal dari Uang Saku Rp300 Ribu, Bisnis Slime Alea Carolina Kini Punya 80 Karyawan dan Ribuan Order

Ingge Nayla Ayu Karina • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:25 WIB
Bisnis slime Alea Carolina berkembang dari modal Rp300 ribu menjadi usaha dengan 80 karyawan dan ribuan pesanan setiap hari.
Bisnis slime Alea Carolina berkembang dari modal Rp300 ribu menjadi usaha dengan 80 karyawan dan ribuan pesanan setiap hari.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Bisnis slime yang dirintis Alea Carolina menjadi bukti bahwa usaha dapat berkembang dari modal sederhana. Mengandalkan uang saku sekitar Rp300 ribu saat masih duduk di bangku SMA, Alea berhasil membangun bisnis mainan yang kini memiliki sekitar 80 karyawan dan mampu mencatat hingga ribuan pesanan setiap hari.

 

Perempuan kelahiran 2004 itu mengaku mulai berbisnis ketika berusia 16 tahun. Saat itu pandemi COVID-19 membuat kegiatan belajar di pesantren dihentikan sementara sehingga seluruh siswa dipulangkan ke rumah masing-masing.

 

Terinspirasi Konten Bisnis di TikTok

 

Alea mengatakan kondisi ekonomi keluarganya saat itu belum mapan. Orang tuanya bahkan harus meminjam uang demi membayar biaya sekolahnya.

 

Selama tinggal di pesantren, ia hanya memperoleh uang saku sekitar Rp300 ribu setiap bulan. Uang tersebut tidak hanya digunakan untuk makan, tetapi juga membeli berbagai kebutuhan pribadi.

 

Saat lebih banyak berada di rumah selama pandemi, Alea sering melihat konten wirausaha di halaman FYP TikTok.

 

Melihat banyak anak muda yang berhasil memperoleh penghasilan dari bisnis membuatnya tertarik mengikuti jejak mereka.

 

"Saya juga ingin sukses seperti mereka," ungkapnya.

 

Sempat Gagal Menjadi Reseller

 

Usaha pertama yang dicoba Alea adalah menjual kembali produk makanan hewan milik ayahnya.

 

Namun hasilnya belum memuaskan. Dalam satu bulan, produk yang berhasil terjual hanya satu hingga dua buah.

 

Karena menyukai slime, Alea kemudian mencoba membuat produk tersebut sendiri. Ia membeli bahan baku menggunakan sebagian uang sakunya.

 

Ibunya kemudian menyarankan agar slime hasil buatannya dijual melalui marketplace.

 

Produk itu mulai dipasarkan melalui Shopee. Meski dua minggu pertama belum menghasilkan penjualan, akhirnya satu produk berhasil terjual setelah hampir satu bulan.

 

Keuntungan tersebut terus diputar menjadi modal sehingga bisnis perlahan berkembang.

 

Mengembangkan Penjualan Lewat Berbagai Platform

 

Setelah penjualan mulai meningkat, Alea tidak hanya mengandalkan Shopee.

 

Produknya juga dipasarkan melalui TikTok Shop, WhatsApp, serta marketplace lainnya.

 

Selain fokus pada penjualan online, ia mulai mengembangkan distribusi secara offline.

 

Untuk memperluas jangkauan konsumen, Alea memanfaatkan Facebook Ads dan Google Ads yang menyasar para orang tua.

 

Strategi tersebut membuat banyak calon pembeli menghubungi bisnisnya melalui WhatsApp.

 

Namun tingginya jumlah pertanyaan pelanggan membuat proses pelayanan membutuhkan waktu lebih lama.

 

Karena itu, Alea menggunakan layanan berbasis AI untuk membantu menjawab pesan pelanggan secara otomatis selama 24 jam.

 

Menurutnya, sistem tersebut membantu mempercepat respons, menekan biaya operasional layanan pelanggan, sekaligus meningkatkan penjualan.

 

Perjalanan Order yang Terus Bertumbuh

 

Bisnis Alea mulai berjalan pada Oktober 2020.

 

Bulan pertama belum menghasilkan transaksi. Pada November, toko mulai menerima satu hingga dua pesanan setiap minggu.

 

Memasuki Desember, pesanan mulai datang setiap hari meski jumlahnya masih satu hingga dua resi.

 

Pertumbuhan berlanjut sepanjang 2021.

 

Pada semester pertama, rata-rata pesanan mencapai sekitar 10 hingga 20 resi per hari.

 

Semester kedua meningkat menjadi sekitar 50 hingga 60 resi setiap hari.

 

Tahun 2022 menjadi awal peningkatan signifikan dengan sekitar 200 hingga 300 resi per hari.

 

Setahun kemudian, jumlah pesanan meningkat menjadi sekitar 400 hingga 500 resi harian.

 

Alea juga mengungkapkan bahwa pada 2023 produknya sempat viral sehingga pesanan melonjak hingga sekitar 2.500 resi dalam satu hari.

 

Momentum terbesar terjadi pada 2024.

 

Setelah mulai fokus pada pemasaran dan pembuatan konten, bisnisnya mampu mempertahankan sekitar 1.000 pesanan per hari.

 

Di akhir 2024, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 2.000 resi setiap hari.

 

Meski harga produk relatif terjangkau, omzet bisnisnya berkembang dari sekitar Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan pada awal usaha menjadi ratusan juta rupiah setiap bulan.

 

Mentor Jadi Titik Balik

 

Alea menilai kehadiran mentor menjadi salah satu faktor terbesar yang mempercepat perkembangan usahanya.

 

Sebelumnya, ia hanya fokus mengatasi persoalan operasional harian.

 

Setelah mendapat arahan, ia mulai menyusun target jangka panjang dan membangun struktur organisasi yang lebih lengkap.

 

Berbagai posisi seperti HR, marketing, hingga accounting mulai dibentuk sehingga pekerjaan tidak lagi bergantung pada dirinya seorang.

 

Jumlah tim yang awalnya hanya lima orang berkembang menjadi sekitar 80 orang pada akhir 2024.

 

Konsisten Menjadi Kunci

 

Menurut Alea, konsistensi merupakan salah satu kebiasaan yang paling berpengaruh dalam perjalanan bisnisnya.

 

Sejak 2022, ia membiasakan bekerja sekitar delapan jam setiap hari kerja. Jika waktu bekerja berkurang karena kegiatan lain, jam tersebut diganti pada akhir pekan.

 

Ia juga rutin mencatat aktivitas harian sebagai bahan evaluasi produktivitas.

 

Selain itu, selama bekerja ia menghindari membuka media sosial agar tetap fokus menyelesaikan pekerjaan.

Baca Juga: Kisah Bisnis Slime Alea, Berawal Modal Rp300 Ribu hingga Punya 80 Karyawan dan Ribuan Order per Hari

Punya Target Menjadi Brand Asia

 

Meski bisnisnya berkembang pesat, Alea mengaku belum banyak menggunakan keuntungan untuk membeli barang mewah.

 

Sebagian besar keuntungan justru kembali diinvestasikan untuk menyewa kantor, membangun gudang, dan memperbesar bisnis.

 

Ke depan, ia menargetkan Slime Bintaro dan Seven Colors menjadi brand sensory nomor satu di Asia.

 

Alea juga mengajak anak muda untuk berani memulai bisnis, terus belajar, menjaga konsistensi, serta membangun komunitas agar dapat berkembang bersama.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
Sumber : Naik Kelas, You Tube, DIOLAH
Bisnis Slime Slime Bintaro Seven Colors Alea Carolina Cerita Alea Carolina Membangun Bisnis Slime dari Modal Rp300 ribu Hingga Memiliki 80 Karyawan