Harga Bawang Merah Nganjuk Terbaru: Panen 50 Persen, Petani Mulai Cemas

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Harga bawang merah Nganjuk terbaru masih sekitar Rp20.000 per kg saat panen mencapai 50 persen. Harga bibit dan tebas juga mulai terpantau.(pinterest)
Harga bawang merah Nganjuk terbaru masih sekitar Rp20.000 per kg saat panen mencapai 50 persen. Harga bibit dan tebas juga mulai terpantau.(pinterest)

NGANJUK - Harga bawang merah Nganjuk terbaru menjadi perhatian di tengah panen yang mulai meluas di wilayah Nganjuk Barat. Hingga saat ini, sekitar 50 persen tanaman bawang merah disebut sudah memasuki masa panen.

Aktivitas petani terlihat semakin ramai sejak pagi. Sejumlah pekerja mulai mencabut tanaman, mengangkut hasil panen, membersihkan umbi, hingga melakukan transaksi bawang merah menggunakan sistem tebas.

Kondisi tersebut membuat harga bawang merah Nganjuk menjadi perhatian utama. Pasalnya, meningkatnya aktivitas panen akan membuat pasokan bawang merah dari lahan petani semakin banyak dalam beberapa waktu ke depan.

Harga Bawang Merah Masih Sekitar Rp20.000

Informasi dari lapangan menyebut harga bawang merah saat ini masih berada di sekitar Rp20.000 per kilogram untuk beberapa kondisi. Harga tersebut dinilai belum terlalu tinggi jika dibandingkan dengan periode ketika petani mendapatkan harga lebih baik.

Baca Juga: Acer Nitro V15 AI RTX 4050 Jadi Pilihan Gaming 2026, Harga Rp17 Jutaan

Bagi petani, harga menjadi faktor penting untuk menentukan hasil akhir usaha tani. Sebab, biaya produksi bawang merah cukup besar dan harus dikeluarkan sejak sebelum penanaman.

Petani harus menyiapkan biaya untuk pengolahan lahan, pembelian bibit, pupuk, obat pertanian, tenaga kerja, hingga proses panen. Karena itu, harga di bawah Rp20.000 per kilogram membuat perhitungan keuntungan menjadi lebih ketat.

Petani berharap harga dapat kembali naik ketika panen berlangsung semakin ramai. Kenaikan harga akan menjadi kabar baik setelah petani melewati proses budidaya selama berbulan-bulan.

Harga Bibit Bawang Merah Ikut Berbeda

Selain bawang merah hasil panen, harga bibit juga menjadi perhatian. Perbedaan varietas dan kualitas menyebabkan harga bibit di tingkat petani tidak seragam.

Baca Juga: iPhone 17e Bawa Chip A19 dan Kamera 48 MP, Harganya Disebut Lebih Murah

Untuk bibit varietas tajuk yang disiapkan dalam kondisi kering atau disimpan sebagai bibit, informasinya berada di sekitar Rp18.000 per kilogram.

Sementara itu, bibit varietas bao disebut berada di kisaran Rp25.000 per kilogram dalam kondisi kering. Harga tersebut masih dapat berbeda karena dipengaruhi kualitas barang dan transaksi di lapangan.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa harga bawang merah tidak dapat dilihat hanya berdasarkan satu angka. Bawang konsumsi, bibit, bawang kering, hingga bawang yang dijual dengan sistem tebas mempunyai mekanisme harga masing-masing.

Panen Nganjuk Barat Semakin Ramai

Pantauan di sejumlah lahan menunjukkan aktivitas panen bawang merah Nganjuk Barat terus meningkat. Para pekerja mulai datang sejak pagi untuk mengerjakan berbagai tahapan panen.

Sebagian pekerja mencabut bawang merah dari tanah. Sebagian lainnya mengangkut hasil panen dan membersihkan umbi sebelum masuk ke proses berikutnya.

Jika saat ini panen sudah mencapai sekitar 50 persen, aktivitas tersebut diperkirakan masih akan meningkat. Sejumlah lahan lain akan menyusul memasuki masa panen.

Kondisi itu akan menjadi perhatian karena bertambahnya pasokan bisa memengaruhi harga. Harga dapat bertahan jika permintaan mampu menyerap hasil panen. Namun, harga juga berpotensi turun apabila pasokan meningkat sementara permintaan tidak berubah.

Sebaliknya, harga masih berpeluang menguat jika permintaan pasar meningkat dan pasokan tidak terlalu berlimpah.

Harga Tebas Bisa Puluhan Juta Rupiah

Transaksi bawang merah di Nganjuk juga dilakukan melalui sistem tebas. Salah satu lahan yang dipantau memiliki luas sekitar 700 meter persegi dengan kebutuhan bibit sekitar 100 kilogram.

Lahan tersebut disebut terjual melalui sistem tebas dengan nilai sekitar Rp1 juta. Namun, harga tebas tidak bisa dijadikan patokan untuk semua lahan.

Dalam kondisi tertentu, harga tebas dapat jauh lebih tinggi. Bahkan terdapat informasi mengenai lahan tertentu yang nilainya mencapai sekitar Rp40 juta hingga Rp50 juta untuk luasan tertentu.

Perbedaan harga tersebut dipengaruhi kondisi tanaman dan perkiraan hasil panen. Pembeli biasanya memperhitungkan ukuran umbi, jumlah tanaman, potensi produksi, hingga kondisi tanaman menjelang panen.

Sistem tebas juga memiliki risiko bagi pembeli. Hasil panen yang ternyata tidak sesuai perkiraan dapat membuat perhitungan berubah. Sebaliknya, petani mendapatkan kepastian harga lebih awal dan tidak perlu mengurus seluruh proses panen serta pemasaran.

Petani Menunggu Pergerakan Harga

Nganjuk merupakan salah satu daerah yang dikenal sebagai sentra bawang merah. Karena itu, perkembangan panen di Nganjuk Barat menjadi perhatian bagi petani dan pelaku usaha.

Dengan panen yang sudah mencapai sekitar 50 persen, beberapa pekan ke depan akan menjadi periode penting. Pasokan bawang merah dari lahan diperkirakan semakin banyak.

Petani berharap peningkatan produksi diikuti harga yang menguntungkan. Sebab, hasil panen yang bagus belum tentu memberikan keuntungan maksimal jika harga di tingkat petani mengalami penurunan.

Untuk saat ini, harga bawang merah Nganjuk berada di sekitar Rp20.000 per kilogram untuk beberapa kondisi. Sementara harga bibit tajuk sekitar Rp18.000 dan bibit bao sekitar Rp25.000 per kilogram.

Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kualitas, varietas, kondisi lahan, transaksi, serta perkembangan pasar.

Editor : Maylanni Diana Fitri
harga bawang merah Nganjuk harga bibit bawang merah harga tebas bawang merah panen bawang merah Nganjuk bawang merah Nganjuk Barat