Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ahmad Dhani Bongkar Alasan Konser Dewa 19 di JIS Mundur: Syariat Perizinan hingga Ketakutan 70.000 Penonton

Mohammad vicky avanda zilmy • Selasa, 9 Desember 2025 | 20:57 WIB

Konser Dewa 19 JIS mundur, Ahmad Dhani ungkap alasan syariat perizinan hingga kesiapan 70.000 penonton yang bikin aparat waswas.
Konser Dewa 19 JIS mundur, Ahmad Dhani ungkap alasan syariat perizinan hingga kesiapan 70.000 penonton yang bikin aparat waswas.

RADAR TULUNGAGUNG - Rencana konser Dewa 19 di Jakarta International Stadium (JIS) dengan kapasitas 70.000 penonton menjadi salah satu konser musik paling dinantikan di Indonesia.

Namun, rencana besar itu sempat tertunda dan menuai banyak tanya publik. Dalam sebuah tayangan di Tonight Show Premiere, Ahmad Dhani akhirnya membeberkan alasan lengkap di balik penundaan tersebut.

Konser yang awalnya dijadwalkan pada 12 November itu ternyata harus digeser menjadi 4 Februari. Dhani menyebut ada dua alasan utama, yaitu “syariat” dan “hakikat”.

Kedua istilah tersebut langsung membuat para host penasaran karena pernyataannya terdengar unik, khas Ahmad Dhani.

Dalam tiga paragraf pertama, ia menegaskan bahwa konser Dewa 19 JIS sebenarnya telah dipersiapkan dengan matang, namun urusan perizinan menjadi faktor terbesar yang membuat acara ini tak bisa berjalan sesuai jadwal.

Dhani menyebut bahwa secara teknis, pihaknya sudah siap, tetapi proses pemaparan kepada kepolisian belum tuntas.

Baca Juga: Disebut Tak Perlu Ahli Gizi di MBG, Pernyataan Cucun Ahmad Syamsurijal Picu Kritik dan Berujung Permintaan Maaf

Alasan Syariat dan Hakikat

Ahmad Dhani menjelaskan bahwa “syariat” yang ia maksud adalah aturan formal yang harus ditempuh penyelenggara konser.

Salah satunya adalah kewajiban untuk sowan dan mempresentasikan alur masuk-keluar puluhan ribu penonton kepada Kapolresta Jakarta Utara.

Menurutnya, alur evakuasi JIS masih menjadi perhatian aparat. Stadion berkapasitas lebih dari 80.000 itu dinilai perlu kajian detail agar keamanan penonton tetap terjamin.

Dhani menuturkan bahwa perhitungan teknis ini menjadi hal paling krusial sebelum polisi memberikan izin resmi.

Sementara “hakikat” penundaan konser, katanya, berkaitan dengan rasa grogi yang mungkin dirasakan panitia maupun aparat keamanan.

“Belum pernah ada band lokal tampil ditonton 70.000 orang,” ujarnya. Menurut Dhani, skala konser semasif itu memang membuat siapa pun wajar merasa waswas.

Ahmad Dhani juga menyinggung fenomena konser-konser besar yang kini diminati masyarakat. Ia mencontohkan bagaimana konser Sheila On 7 bisa sold out hanya dalam 30 menit.

Hal ini menunjukkan tingginya animo publik untuk menikmati konser musik pascapandemi.

Meski begitu, Dhani memahami bahwa kejadian tragis seperti Kanjuruhan membuat aparat lebih berhati-hati dalam memberikan izin.

Oleh karena itu, ia berharap asosiasi promotor konser dapat duduk bersama DPR dan kepolisian untuk menyelaraskan prosedur keamanan ke depannya.

Baca Juga: Viral Pernyataan MBG Tidak Butuh Ahli Gizi, Cucun Ahmad Syamsurijal Klarifikasi: Tidak Ada Niat Merendahkan

Dalam perbincangan tersebut, Dhani juga membandingkan kedisiplinan penonton di Indonesia dengan luar negeri.

Ia mengaku pernah menonton konser U2 di Sydney tahun 2006 yang dihadiri 100.000 penonton tanpa kehadiran satu pun polisi di area konser.

Hal itu menurutnya hanya mungkin terjadi karena mentalitas penonton di luar negeri yang lebih tertib.

Sementara di Indonesia, ia menilai karakter penonton masih berbeda, sehingga keterlibatan pihak keamanan masih sangat diperlukan.

Hal inilah yang membuat proses perizinan konser besar seperti konser Dewa 19 JIS tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.

Kehidupan Pribadi hingga Parenting

Selain membahas konser, Dhani juga bercerita tentang kehidupannya sebagai seorang ayah. Ia mengungkap bahwa gaya parenting-nya banyak dipengaruhi cara sang ibu mendidiknya dulu, yakni santai namun penuh kedekatan emosional.

Dhani mengakui bahwa anak-anaknya seperti Dul, Al, dan El sangat respect terhadap dirinya karena pendekatan itu.

Selain itu, Dhani mengungkap bahwa ia bukan tipe orang yang mudah stres. Bahkan ketika ditanya apakah pernah merasakan depresi, Dhani mengaku tidak pernah.

Ia sempat mencontohkan situasi ketika pandemi datang dan ibunya menanyakan kondisi keuangan keluarga, Dhani tetap tenang dan mengaku tidak pernah terbebani secara pikiran.

Di bagian pembahasan lain, Ahmad Dhani menyinggung isu royalti yang belakangan ramai dibicarakan para musisi.

Menurutnya, sistem royalti di Indonesia masih jauh dari ideal dibanding negara seperti Singapura. Ia menuturkan bahwa di luar negeri, izin membawakan lagu seorang pencipta diajukan langsung dari pihak gedung kepada lembaga kolektif, bukan kepada artis.

Baca Juga: Cucun Ahmad Syamsurijal Sebut MBG Tak Perlu Ahli Gizi, Video Viralnya Bikin Ahli Gizi Menangis hingga Akun IG Dibanjiri Komentar Pedas

Untuk hal kreativitas, Dhani mengakui bahwa prioritasnya kini bukan lagi menciptakan lagu baru, melainkan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Meskipun begitu, ia menilai bahwa banyak lagu-lagu lawas justru kembali diminati anak muda karena memiliki lirik mendalam yang kini jarang ditemui di musik modern.

Menutup pembicaraan, Dhani berharap konser Dewa 19 JIS pada 4 Februari dapat berjalan lancar.

Ia menyebut bahwa jika sampai mundur lagi, berarti ada hal besar yang terjadi di luar kendali mereka. Namun ia optimistis acara tersebut bisa menjadi konser sejarah bagi industri musik Indonesia. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#ahmad dhani #jis #musik indonesia #konser dewa 19 #jakarta international stadium