Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Karier Alumni Dangdut Akademi Indosiar Meredup, Dari Panggung Megah ke Acara Rakyat, Kesombongan Jadi Titik Balik

Ingge Nayla Ayu Karina • Senin, 9 Februari 2026 | 18:00 WIB

Karier alumni Dangdut Akademi Indosiar meredup akibat kontroversi dan sikap. Dari bintang TV ke panggung rakyat.
Karier alumni Dangdut Akademi Indosiar meredup akibat kontroversi dan sikap. Dari bintang TV ke panggung rakyat.

 

JAKARTA - Karier alumni Dangdut Akademi Indosiar meredup menjadi fenomena yang kembali ramai dibicarakan publik.

Ajang pencarian bakat yang selama ini dikenal melahirkan bintang dangdut nasional ternyata tidak selalu menjamin keberlanjutan popularitas para juaranya.

Dari panggung megah dengan sorotan kamera nasional, beberapa nama justru perlahan menghilang dari layar kaca akibat sikap dan kontroversi yang menyertainya.

Baca Juga: Pengakuan Aurelie Moeremans Lewat Memoar Broken Strings Mengguncang Publik

Fenomena karier alumni Dangdut Akademi Indosiar meredup menunjukkan sisi lain dunia hiburan.

Popularitas bisa datang begitu cepat, namun juga dapat runtuh dalam sekejap.

Bukan hanya kualitas vokal yang menjadi penentu, melainkan cara menjaga sikap ketika berada di puncak ketenaran.

 

Tak sedikit alumni Dangdut Akademi yang awalnya dielu-elukan, namun kemudian dijauhkan dari stasiun televisi yang pernah membesarkan namanya.

Kesombongan, ucapan kontroversial, hingga konflik dengan sesama artis menjadi faktor utama yang membuat karier mereka merosot.

 

Atiyodong, Ikon Dangdut yang Tergerus Kontroversi

Atiyodong atau Ati Kodong merupakan salah satu alumni Dangdut Akademi yang pernah berada di puncak popularitas.

Berangkat dari pelosok Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, ia mencuri perhatian publik lewat Dangdut Akademi 1 Indosiar.

Suara lantang dan keberanian tampil berbeda membuat namanya cepat melejit.

 

Namun seiring waktu, sorotan terhadap Ati mulai berubah.

Perseteruannya dengan Lesti Kejora, rekan satu angkatan, memicu sentimen negatif dari publik.

Komentar yang dianggap nyinyir di media sosial memperburuk citranya di mata penggemar.

 

Masalah semakin rumit ketika Ati diadukan ke polisi atas dugaan penipuan dan pencemaran nama baik.

Pernyataannya yang dinilai sinis terhadap stasiun TV yang pernah membesarkan namanya membuat publik menilai Ati lupa daratan.

Kini, Ati lebih sering tampil di acara pernikahan dan panggung rakyat, jauh dari gemerlap televisi nasional.

 

Danang Pradana, Dari Juara Asia ke Sorotan Negatif

Nama Danang Pradana Diva pernah menjadi simbol kesuksesan dangdut muda Indonesia.

Runner up Dangdut Akademi 2 Indosiar ini bahkan berhasil menjuarai Akademi Asia dan mewakili Indonesia di level internasional.

 

Namun perjalanan Danang tak selalu mulus.

Pernyataannya yang dianggap merendahkan seniman lokal Banyuwangi memicu aksi protes dan kecaman luas.

Meski telah meminta maaf, citra arogan telanjur melekat di benak publik.

 

Kontroversi lain muncul ketika Danang menolak tampil di program kompetisi yang tayang di Indosiar.

Ucapan bahwa dirinya sudah tidak pantas mengikuti ajang tersebut memunculkan persepsi bahwa ia melupakan panggung yang membesarkannya.

Sejak itu, kehadirannya di layar kaca kian jarang dan popularitasnya perlahan memudar.

 

Evi Masamba, Kisah ART yang Kehilangan Panggung Televisi

Evi Masamba adalah contoh lain bagaimana karier alumni Dangdut Akademi Indosiar meredup bukan karena kurang talenta.

Juara Dangdut Akademi 2 ini dikenal dengan suara tinggi dan bening yang memikat juri serta penonton.

 

Dari asisten rumah tangga, Evi menjelma menjadi bintang dangdut nasional dengan bayaran puluhan juta rupiah.

Namun setelah kontraknya dengan Indosiar berakhir dan memilih pindah manajemen, namanya mulai jarang terlihat di televisi.

 

Pernyataan Evi yang dianggap menyudutkan stasiun TV lamanya memicu reaksi keras dari netizen.

Label “kacang lupa kulitnya” pun melekat dan sulit dilepaskan.

Kini, Evi lebih aktif di panggung non-televisi dan namanya tak lagi sekuat dulu di industri hiburan nasional.

 

Pelajaran dari Popularitas yang Tak Abadi

Kisah Ati Kodong, Danang Pradana, dan Evi Masamba menjadi cermin kerasnya dunia hiburan.

Talenta besar tanpa sikap rendah hati bisa berujung pada kejatuhan karier.

Popularitas bukan hanya soal suara emas, melainkan juga etika dan rasa hormat pada panggung yang pernah membesarkan nama.

Baca Juga: Terungkap! Rencana Kolaborasi Valen DA7 dengan PS Store Masih Cocokkan Waktu, Putra Siregar Buka Peluang Gandeng Mila Sekalian

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa dalam industri hiburan, menjaga sikap sama pentingnya dengan menjaga kualitas karya.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#Kontroversi Artis Dangdut #Danang Pradana #Dangdut Akademi Indosiar #Ati Kodong #evi masamba