Tulungagung - Mochamad Fatchun Najib Ali, pemuda berusia 23 tahun ini sukses menggeluti dunia visual. Berbekal kamera di tangan, dia lihai mengabadikan momen-momen berharga dari pasangan pengantin. Pria asal Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, tersebut berkesempatan mendapatkan kontrak dari produk-produk ternama.
Mochamad Fatchun Najib Ali telah mengenal dunia visual baik fotografi maupun videografi sejak tujuh tahun lalu. Saat itu, dia menempuh pendidikan SMA, dan tidak pernah tebersit untuk dapat bekerja pada bidang hobi yang dijalaninya sekarang. Dia telah memetik buah atas konsistensinya dalam bidang visual.
Najib, sapaan akrabnya, telah mengenal dunia visual sejak 2016 silam. Pada masa putih abu-abu tersebut, dia kalut dengan bidang visual yang membuatnya menjatuhkan pilihannya untuk fokus mempelajari segala hal tentang dunia visual. “Awalnya dulu tahu fotografi sama videografi sejak SMA. Waktu tahu itu langsung jatuh cinta sama dunia visual,” jelasnya, kemarin (9/4).
Perjalanan Najib dalam menyelami dunia visual tidak semudah apa yang dibayangkan. Dulu dia sempat meminjam kamera milik teman-temannya karena belum memiliki peralatan primer untuk menjalani hobi visualnya tersebut. Segala upaya dilakukan selagi bisa mempelajari nilai estetika dalam bidang visual. “Dulu waktu awal-awal, semuanya masih pinjam ke teman, belum beli sendiri. Alhamdulillah waktu itu dipertemukan dengan teman-teman yang baik, bisa support satu sama lain,” ucapnya.
Dia sekarang memetik hasil atas keringatnya mendalami dunia visual. Tak tanggung-tanggung, dia juga kerap diminta untuk mengabadikan momen-momen penting pada acara pernikahan orang-orang tersohor di Tulungagung. Namun, pekerjaan mengabadikan acara pernikahan tersebut mulai berkurang saat bulan Ramadan seperti ini. “Momen-momen pernikahan itu ada di bulan-bulan tertentu,” paparnya.
Kendati demikian, yang namanya rezeki tidak pernah luput maupun tertukar. Baru-baru ini dia mendapatkan kontrak kerja dari minuman ternama dengan nilai fantastis di usia yang tebilang muda. Bahkan, ketika diakumulasikan, penghasilannya bernilai hingga dua digit (di atas Rp 10 juta) per bulannya. “Kalau kontrak itu hitungannya gaji pokok yang setiap bulannya ada. Selain itu juga ada prewedding gitu atau acara-acara event Ramadan,” ungkapnya.
Setelah memasuki dunia profesional, dia tidak hanya mementingkan keuntungan berupa materi. Dari pekerjaannya sebagai fotografer tersebut, dia mendapatkan keuntungan berupa relasi-relasi baru. Dengan relasi tersebut, dia dapat melebarkan sayapnya di kancah bisnis digital marketing. “Terpenting itu relasi, karena sifatnya jangka panjang. Dengan relasi-relasi itu, alhamdulillah sudah mulai buka digital marketing di Tulungagung sini, dan di Blitar yang baru saya rintis,” tutupnya. (*/c1/din) Editor : Aburizal Sulthon Hakim