RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Blitar memiliki banyak sekali spot wisata yang menarik untuk dikunjungi. Entah itu wisata pantai, museum edukasi, dan tempat historis lainnya. Blitar menyuguhkan banyak wisata pantai di sepanjang pesisir Jalur Lintas Selatan (JLS) yang mana dapat menarik minat pengunjung. Salah satu spot pantai yang memiliki nilai sejarah yaitu Pantai Serit.
Pantai Serit merupakan pantai yang masih bersifat alami. Tidak seperti pantai lainnya, awal keberadaan pantai ini berada di persembunyian Blitar bagian Selatan. Namun, saat Jalur Lintas Selatan mulai dibuka secara umum, potensi wisata Blitar semakin bertambah dengan adanya Pantai Serit.
Belum diketahui banyak orang, Pantai Serit memiliki nilai sejarah tentang Raja Majapahit, yaitu Raja Hayam Wuruk. Diketahui bahwa Raja Hayam Wuruk pernah bertapa disana. Hal ini karena pada zaman dahulu para raja-raja majapahit seringkali melakukan semedi menjelang hari peringatan atau saat ingin meminta sesuatu. Lokasi pertapaan tersebut berada di sisi kanan pantai. Di sisi kanan Pantai Serit terlihat tebing yang tinggi berundak hingga menjorok ke arah laut. Diketahui bahwa tebing tersebut memiliki ketinggian hingga 20 meter.
Baca Juga: Menguak Sejarah Penamaan Goa Estetik Dekat Pantai Sine, Namun Tak Seperti Namanya
Bentuk Tebing tersebut sangatlah unik. Hal ini lantaran struktur yang dimilikinya seperti candi berundak. Kemudian di bagian belakang pantai, terdapat bukit dengan susunan batu andesit ditengah. Dari dua tempat itu, masyarakat sekitar percaya tempat-tempat tersebut pernah dijadikan pertapaan raja zaman dahulu, termasuk Raja Hayam Wuruk.
Hal unik dari Pantai Serit adalah tampilan bebatuan koralnya yang sangat indah diantara pasir-pasir yang berwarna putih keemasan. Bebatuan koral di pantai ini sejatinya merupakan fenomena alam yang terbentuk dari muara pertemuan antara Sungai Klatak dan Sungai Sumbersari.
Untuk menuju tempat ini, kamu bisa menempuh jarak dari pusat Kota Blitar sepanjang 42 kilometer. Meskipun medan perjalanan tergolong agak terjal dan curam, namun akan terbayarkan ketika sudah sampai sana.
Baca Juga: Hari Kedua Tak Ketemu, Tim SAR Perluas Radius Pencarian Nelayan Hilang di Pantai Kuyon Trenggalek
Editor : Nurul Hidayah