Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Banyak Dapat Pesanan dari Luar Pulau, Pemuda Asal Blitar ini Tak Menyangka Usaha Layangan Beromzet Jutaan

Mohammad Syafi'uddin • Minggu, 5 November 2023 | 01:40 WIB
KREATIF: M. Rukhi Bagus dalam kehidupan sehari-harinya membuat layangan untuk memenuhi stok permintaan pelanggan.
KREATIF: M. Rukhi Bagus dalam kehidupan sehari-harinya membuat layangan untuk memenuhi stok permintaan pelanggan.

BLITAR - Berbekal rasa iseng dan penasaran, M. Rukhi Bagus, warga asal Kelurahan Dermojayan, Kecamatan Srengat, ini bisa berpenghasilan sekitar Rp 5 juta dalam sebulan. Namun, jangan salah. Tentu tak mudah melayani setiap pesanan layang-layang dari pelanggan dengan jumlah yang tak sedikit.

Saat ditemui di kediamannya, Rukhi tampak sibuk memperhalus batang-batang kayu bambu menggunakan pisau kecil. Di sekitarnya, ada banyak layang-layang dengan berbagai ukuran yang ia gantung. Usut punya usut, puluhan layang-layang itu adalah pesanan seorang pelanggan dari luar kota. “Ini nantinya akan dikirim melalui jasa ekpedisi,” bebernya.

Aktivitas memproduksi layang-layang ini ia mulai sejak 2013 lalu. Hobi bermain layangan membuatnya tertantang untuk membuat salah satu perangkat hiburan tradisional ini secara mandiri. Perlahan dia belajar bagaimana cara membuat layang-layang dengan berbagai ukuran.

Aktivitas ini ia kerjakan setiap hari di rumahnya. Satu per satu layang-layang yang selesai dikerjakan, dia gantung di halaman rumahnya. Lama-kelamaan masyarakat sekitar tertarik untuk memesan layangan dari Rukhi. Merasa ada peluang, usaha ini dilanjutkan sampai ke ranah online alias daring.

“Ya karena ada peluang, serta dapat saran dari teman, akhirnya saya coba jualan di marketplace. Padahal awalnya cuma guyonan. Namun, saat saya coba, ternyata ada permintaan,” jelas laki-laki 23 tahun ini.

Permintaan pasar, lanjut Rukhi, terbilang masif. Bahkan tak jarang dia mendapatkan pesanan hingga mencapai 200 buah layang-layang dalam sepekan. Layangan pesanan luar daerah ini ia kemas dengan menggunakan media kardus dan batang bambu agar tetap utuh hingga sampai tujuan.

“Alhamdulillah, permintaan banyak. Ada yang ke Kalimantan, Maluku, juga dalam kota maupun luar kota termasuk Karisedenan Kediri. Daerah Jawah Tengah juga ada,” ungkapnya.

Disinggung soal pendapatan, Rukhi mengaku bisa meraup omzet sekitar Rp 5 juta sebulan. Perlu diketahui, jumlah itu belum terhitung pesanan total dalam sebulan. Sebab, Rukhi memilih untuk tidak mengiyakan seluruh pesanan sekaligus. Tujuannya untuk menjaga kondisi fisik agar tak kewalahan saat menggarap banyak pesanan. ”Padahal saya sudah memiliki dua karyawan yang ikut membantu,” akunya.

Bukan hanya produksi, rupanya Rukhi juga rajin mengikuit berbagai gelaran lomba layang-layang. Nah, ajang ini juga ia manfaatkan untuk memasarkan produknya. Bahkan, salah satu buah tangannya pernah memenangkan salah satu ajang perlombaan layangan. (mg2/c1/dit)

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#festival layangan #festival layang layang #layangan #layang layang #blitar